AFEBIAFEBI

AFEBI Accounting ReviewAFEBI Accounting Review

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tata kelola perusahaan dan koneksi politik terhadap manajemen laba. Variabel tata kelola perusahaan ditinjau menggunakan empat proksi: kompensasi bonus, kepemilikan institusional, komisaris independen, dan keahlian keuangan komite audit. Penelitian dilakukan pada 183 perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia selama tiga periode penelitian, yaitu 2017-2019. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian mendukung bahwa kompensasi bonus meningkatkan kecenderungan manajemen laba, sementara kepemilikan institusional mengonfirmasi bahwa kepemilikan institusional mengurangi manajemen laba. Namun, tiga variabel lainnya, yaitu dewan komisaris independen, keahlian keuangan komite audit, dan koneksi politik, tidak memengaruhi praktik manajemen laba. Penelitian ini memberikan kontribusi kebijakan bagi pemerintah untuk fokus pada implementasi tata kelola yang baik. Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kompensasi bonus terhadap peningkatan manajemen laba.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tata kelola perusahaan dan koneksi politik terhadap manajemen laba.Secara teoritis, penelitian ini mendukung teori agency yang menyatakan bahwa pemegang saham sebagai principal ingin meningkatkan kesejahteraan melalui pencapaian profitabilitas maksimum.Oleh karena itu, implementasi tata kelola perusahaan yang baik dapat mengurangi potensi manajemen laba.Penelitian ini memberikan kontribusi kebijakan bagi pemerintah untuk fokus pada implementasi tata kelola yang baik.Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak koneksi politik terhadap peningkatan manajemen laba.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh tata kelola perusahaan terhadap manajemen laba dengan menggunakan variabel tata kelola perusahaan yang lebih beragam, seperti struktur kepemilikan, komite audit, dan mekanisme insentif manajemen. Kedua, penelitian selanjutnya dapat meneliti peran mediasi dari kualitas audit dalam hubungan antara tata kelola perusahaan dan manajemen laba. Hal ini penting untuk memahami bagaimana tata kelola perusahaan memengaruhi manajemen laba melalui kualitas audit. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh koneksi politik terhadap manajemen laba dengan mempertimbangkan faktor-faktor moderasi, seperti ukuran perusahaan dan kinerja keuangan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana koneksi politik memengaruhi manajemen laba dalam konteks perusahaan dengan karakteristik yang berbeda. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur tata kelola perusahaan, manajemen laba, dan koneksi politik, serta memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dan regulator dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan.

  1. Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen | Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen. jurnal akuntansi... doi.org/10.35912/jakman.v1i1.5Jurnal Akuntansi Keuangan dan Manajemen Jurnal Akuntansi Keuangan dan Manajemen jurnal akuntansi doi 10 35912 jakman v1i1 5
  2. Pengaruh Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur... doi.org/10.47201/jamin.v2i1.46Pengaruh Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur doi 10 47201 jamin v2i1 46
  3. Media Riset Akuntansi Auditing & Informasi (MRAAI) diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi... doi.org/10.25105/mraai.v17i2.2063Media Riset Akuntansi Auditing Informasi MRAAI diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi doi 10 25105 mraai v17i2 2063
Read online
File size275.04 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test