UIRUIR

Jurnal Tabarru': Islamic Banking and FinanceJurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh inflasi yang diukur dengan pertumbuhan inflasi, Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), dan pangsa pasar yang diukur dengan pangsa pembiayaan terhadap Return On Asset (ROA) Bank Syariah di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan publikasi Bank Indonesia, serta laporan publiksai bank syariah melalui website. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 9 bank syariah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dimana sebelumnya data telah diuji dengan pengujian asumsi klasik meliputi normalitas data, heteroskedastisitas, multi kolinieritas dan auto korelasi. Selama periode pangamatan menunjukan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multi kolinearitas, uji heteros kedastisitas, dan uji auto korelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan pangsa pasar tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari ketiga variabel tersebut terhadap ROA dalam penelitian ini sebesar 93.9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa inflasi dan pangsa pasar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah, yang mana temuan mengenai inflasi selaras dengan prinsip ekonomi Islam.Sebaliknya, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, mengindikasikan bahwa efisiensi operasional sangat krusial.Meskipun demikian, secara simultan, ketiga variabel—inflasi, BOPO, dan pangsa pasar—secara bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.

Melihat hasil penelitian ini, ada beberapa arah menarik untuk studi lanjutan agar pemahaman kita tentang profitabilitas bank syariah menjadi lebih komprehensif. Pertama, penelitian mendatang dapat memperdalam analisis mengapa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) bank syariah. Ide penelitian baru ini bisa fokus pada bagaimana mekanisme operasional dan prinsip-prinsip ekonomi Islam secara spesifik melindungi atau membuat bank syariah lebih tangguh terhadap fluktuasi inflasi, mungkin dengan membandingkannya secara langsung dengan bank konvensional atau menganalisis dampak inflasi terhadap struktur pembiayaan berbasis aset riil. Apakah ada jenis inflasi tertentu atau skenario makroekonomi tertentu yang memiliki dampak berbeda? Kedua, mengingat ada sekitar 6.1% variasi ROA yang tidak dijelaskan oleh model ini, sangat relevan untuk mengidentifikasi dan menguji variabel lain yang mungkin memengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia. Penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi faktor-faktor internal seperti kualitas manajemen aset, inovasi produk syariah, efisiensi distribusi saluran, atau faktor eksternal seperti tingkat literasi keuangan syariah masyarakat dan kebijakan regulator yang spesifik terhadap industri ini. Ketiga, temuan bahwa pangsa pasar tidak signifikan terhadap ROA juga membuka ruang untuk studi lebih lanjut. Penelitian baru dapat menyelidiki faktor-faktor moderasi atau mediasi yang mungkin ada, seperti efektivitas strategi pemasaran, tingkat loyalitas nasabah bank syariah, atau bagaimana peningkatan pangsa pasar diterjemahkan ke dalam skala ekonomi atau efisiensi operasional. Memahami mengapa ekspansi pasar tidak selalu berkorelasi dengan keuntungan akan sangat membantu perbankan syariah dalam merumuskan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Read online
File size653.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test