SALNESIASALNESIA
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi balita stunting di Papua masih tinggi yaitu sebesar 34,6% dan khususnya kabupaten Jayapura sebesar 20,2%. Hal ini menjadi masalah yang perlu ditangani secara serius dalam rangka percepatan penurunan stunting. Pemberian formula modifikasi MP-ASI yang tepat berhubungan dengan peningkatan status gizi balita. MP-ASI juga dapat disubsidi dengan pangan lokal, sehingga membantu pemerintah dalam penganekaragaman konsumsi pangan. Kader sangat membutuhkan pelatihan pembuatan MP-ASI dengan pemanfaatan pangan lokal untuk membantu ibu-ibu balita dalam memberikan makanan yang bergizi seimbang. Tujuan pengabmas adalah melakukan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dalam pembuatan MP-ASI kepada kader posyandu di kampung Nolokla Distrik Sentani Timur. Desain pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI yang dilakukan selama satu hari dengan bahan dasar dari ikan mujair dan pisang kepok dalam bentuk biskuit kepada 7 kader dari posyandu Maleo 1. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan Mei hingga November 2024. Hasil kegiatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dari hasil pre-test sebanyak 15 poin. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah MP-ASI dengan bahan lokal dan diharapkan menjadi intervensi stunting berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada kader untuk dapat membuat biskuit MP-ASI menggunakan pangan lokal.Terjadi peningkatan pengetahuan kader sebelum materi dan setelah materi sebanyak 15 poin.Pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal diharapkan menjadi program yang berkelanjutan yang diajarkan kader kepada ibu-ibu agar balita mendapatkan makanan yang bergizi.Perlu adanya kerjasama berbagai pihak dalam mengatasi masalah stunting salah satunya dengan pemanfaatan pangan lokal untuk MP-ASI tidak hanya di wilayah setempat namun juga dapat dikembangkan di wilayah lain yang memiliki pangan lokal beragam jenis.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan kader posyandu dalam meningkatkan praktik pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal di rumah tangga, dengan fokus pada perubahan perilaku ibu dalam memilih dan menyiapkan makanan untuk balitanya. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan tantangan yang dihadapi kader posyandu dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan program. Ketiga, penelitian eksperimen dapat dirancang untuk menguji pengaruh pemberian edukasi dan pelatihan kepada ibu hamil tentang pentingnya persiapan MP-ASI berbasis pangan lokal terhadap perilaku mereka dalam memberikan MP-ASI yang tepat setelah melahirkan, sehingga dapat mencegah stunting sejak dini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana meningkatkan kualitas pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal dan mencegah stunting secara berkelanjutan di masyarakat.
- Pemberdayaan MP-ASI Lokal Untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Didesa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan... doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i3.294Pemberdayaan MP ASI Lokal Untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Didesa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan doi 10 57218 jompaabdi v1i3 294
- Optimalisasi Keterampilan Kader Posyandu Dalam Mengolah Mp-Asi Anti Stunting Berbahan Baku Pangan Lokal... ejournal.itekes-bali.ac.id/index.php/jai/article/view/532Optimalisasi Keterampilan Kader Posyandu Dalam Mengolah Mp Asi Anti Stunting Berbahan Baku Pangan Lokal ejournal itekes bali ac index php jai article view 532
| File size | 7.6 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UBTUBT Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan yaitu pembuatan larvasida kelor, penetapan struktur kelompok usaha rumah tangga, pengelolaanMetode pengabdian dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan yaitu pembuatan larvasida kelor, penetapan struktur kelompok usaha rumah tangga, pengelolaan
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Penelitian berfokus pada Kota Bandung yang telah menerapkan konsep Kampung Berkebun. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis penelitianPenelitian berfokus pada Kota Bandung yang telah menerapkan konsep Kampung Berkebun. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis penelitian
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Biskuit merupakan salah satu camilan paling populer di masyarakat, dengan bahan baku utama tepung terigu. Namun, ketergantungan yang tinggi pada tepungBiskuit merupakan salah satu camilan paling populer di masyarakat, dengan bahan baku utama tepung terigu. Namun, ketergantungan yang tinggi pada tepung
STIESTIE Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkanPengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan
JOMPARNDJOMPARND Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wilamaci melalui inovasi pemanfaatan daun kelor dan Sargassum sebagai pangan tambahan terbukti efektif dalam meningkatkanKegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wilamaci melalui inovasi pemanfaatan daun kelor dan Sargassum sebagai pangan tambahan terbukti efektif dalam meningkatkan
IPBIPB Penelitian ini diharapkan membantu merumuskan regulasi penggunaan lahan yang tepat untuk meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus menjaga keanekaragamanPenelitian ini diharapkan membantu merumuskan regulasi penggunaan lahan yang tepat untuk meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus menjaga keanekaragaman
SALNESIASALNESIA Penyuluhan diberikan kepada 30 ibu balita dan 5 kader posyandu. Metode yang dilaksanakan yaitu memberikan penyuluhan dan edukasi tentang pencegahan stuntingPenyuluhan diberikan kepada 30 ibu balita dan 5 kader posyandu. Metode yang dilaksanakan yaitu memberikan penyuluhan dan edukasi tentang pencegahan stunting
SALNESIASALNESIA Tahapan perencanaan dimulai dengan survei, FGD dan wawancara dengan masyarakat. Tahapan pelaksanaan meliputi pembentukan tim pengelola, pengumpulan dataTahapan perencanaan dimulai dengan survei, FGD dan wawancara dengan masyarakat. Tahapan pelaksanaan meliputi pembentukan tim pengelola, pengumpulan data
Useful /
UBTUBT Penelitian ini menggunakan program pelatihan masase frirage sebagai teknik penanganan cedera sprain ankle. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilanPenelitian ini menggunakan program pelatihan masase frirage sebagai teknik penanganan cedera sprain ankle. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan
IPBIPB Semakin tinggi nilai RMS, semakin signifikan peran atribut dalam memengaruhi keberlanjutan operasional rumah walet. Nilai RMS berpengaruh pada keberhasilanSemakin tinggi nilai RMS, semakin signifikan peran atribut dalam memengaruhi keberlanjutan operasional rumah walet. Nilai RMS berpengaruh pada keberhasilan
UBTUBT Komunitas kanker payudara Surabaya disarankan untuk membantu anggotanya, terutama yang telah menjalani operasi pengangkatan payudara, terutama dengan senamKomunitas kanker payudara Surabaya disarankan untuk membantu anggotanya, terutama yang telah menjalani operasi pengangkatan payudara, terutama dengan senam
UNIKOMUNIKOM Dan yang terakhir akan dilakukan klasterisasi terhadap nilai SLQ dan DLQ yang telah diketahui. Teknik analisis static location quotient (SLQ) bertujuanDan yang terakhir akan dilakukan klasterisasi terhadap nilai SLQ dan DLQ yang telah diketahui. Teknik analisis static location quotient (SLQ) bertujuan