UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Melimpahnya limbah kotoran sapi dan rendahnya pemanfaatannya menjadi pupuk organik oleh para petani/peternak di Desa Saribaye menjadi latar belakang kegiatan ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik menggunakan teknologi sederhana. Tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini melalui dua tahap yaitu; tahap pertama adalah pemberian materi pelatihan dengan ceramah dan diskusi agar para peserta dapat memahami langkah-langkah dan teknik pembuatan pupuk organik. Sedangkan tahap kedua dilaksanakan dengan cara praktik langsung sehingga para petani peternak dapat mengerjakannya dengan baik dan benar. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 21 peserta yang sebagian besar berasal dari kelompok ternak “beriuk maju desa Saribaye. Sesi materi dimulai dari pemaparan berkaitan dengan urgensi pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik. Sesi ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. Acara berikutnya adalah demonstrasi pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi. Pada sesi ini bakteri dekomposer dari EM4 terlebih dahulu diaktifkan menggunakan larutan molases sebelum disiramkan pada kotoran sapi. Setelah semua kotoran sapi tersiram merata sambil dibolak-balik menggunakan sekop, pupuk organik kemudian ditutup rapat menggunakan terpal. Perlu dialakukan pembolak-balikan setiap minggu untuk mengoptimalkan proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Secara keseluuruahan, pelaksanaan pelatihan ini cukup lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa para peserta pelatihan mampu untuk mengolah kotoran sapi di kandang mereka masing-masing menjadi pupuk organik yang dapat diterapkan di lahan pertanian mereka.

Peserta pelatihan yang berasal dari anggota kelompok tani ternak “Beriuk Maju ini sangat antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi dengan penerapan teknologi pemacu dekomposisi.Antusiasme ini terlihat dari lampauan jumlah peserta, antusiasme bersoal-jawab serta ketertarikan mereka untuk mengaplikasikan produk hasil demonstrasi pada lahan rumput milik mereka.Selain itu, dapat disimpulkan pula bahwa kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat.

Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi guna memperkaya pemahaman dan manfaat pengolahan limbah kandang. Pertama, penelitian dapat membandingkan efektivitas berbagai jenis agen pemacu dekomposisi, bukan hanya EM4, tetapi juga bakteri lokal atau kombinasi dengan cacing tanah (vermikompos) seperti yang disarankan dalam paper, dalam mempercepat proses penguraian dan meningkatkan kualitas nutrisi pupuk organik dari berbagai jenis kotoran ternak, termasuk kotoran sapi dan kambing yang karakteristiknya berbeda. Perbandingan ini penting untuk menemukan metode paling optimal dan ramah lingkungan. Kedua, sangat relevan untuk melakukan studi jangka panjang mengenai dampak penggunaan pupuk organik yang dihasilkan terhadap kesehatan tanah dan produktivitas tanaman, khususnya pada hijauan pakan ternak atau tanaman pertanian lainnya di Desa Saribaye. Penelitian ini dapat melibatkan analisis sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara berkala, serta pengukuran hasil panen untuk mengkuantifikasi manfaat ekonomi dan ekologi dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia. Terakhir, mengingat antusiasme peserta, studi berikutnya bisa berfokus pada pengembangan model bisnis berkelanjutan untuk produksi dan distribusi pupuk organik skala komunitas. Hal ini mencakup analisis kelayakan ekonomi, strategi pemasaran, serta faktor-faktor sosial dan kelembagaan yang memengaruhi adopsi dan keberlanjutan praktik pengolahan limbah menjadi pupuk oleh kelompok peternak secara mandiri.

Read online
File size363.42 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test