STIKESALFATAHSTIKESALFATAH

Jurnal Ilmiah PharmacyJurnal Ilmiah Pharmacy

Berdasarkan IDF Atlas Edisi Kesembilan (2022), pada tahun 2022 tercatat 10,7 juta orang dewasa di Indonesia menderita diabetes. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 13,7 juta pada 2030 dan 16,6 juta pada 2045 jika pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan berlebihan dan kebiasaan merokok, tidak diperbaiki. Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang muncul akibat fungsi insulin yang tidak optimal dalam mengatur kadar glukosa darah, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM. Studi dilaksanakan di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian mencakup 77 pasien DM rawat inap selama Januari–Maret 2025, dan melalui metode purposive sampling diperoleh 44 sampel. Data diperoleh dari rekam medis, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 pasien (63,4%) mengalami leukositosis, sementara 17 pasien (36,6%) memiliki kadar leukosit dalam batas normal. Pada pemeriksaan CRP, 33 pasien (75%) menunjukkan hasil positif dan 11 pasien (25%) negatif. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat perbedaan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu.

Terdapat perbedaan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu.Penelitian ini menunjukkan adanya variasi dalam respons imun dan inflamasi pada pasien diabetes melitus, yang dapat menjadi indikator penting dalam penanganan dan pencegahan komplikasi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi perbedaan jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM, seperti pola makan, tingkat aktivitas fisik, atau faktor genetik. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi perubahan kadar leukosit dan CRP seiring waktu pada pasien DM, serta hubungannya dengan perkembangan komplikasi penyakit. Ketiga, penelitian intervensi yang menguji efektivitas intervensi gaya hidup atau terapi farmakologis dalam memodifikasi kadar leukosit dan CRP pada pasien DM juga sangat penting untuk dilakukan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara leukosit, CRP, dan perkembangan DM, diharapkan dapat dikembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

  1. STUDI KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 | kalma | Jurnal Media Analis... journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediaanalis/article/view/222STUDI KADAR C REACTIVE PROTEIN CRP PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 kalma Jurnal Media Analis journal poltekkes mks ac ojs2 index php mediaanalis article view 222
  2. ANTI-OXIDANT AND ANTI-DIABETIC ACTIVITIES OF ETHANOLIC EXTRACT OF Primula denticulata FLOWERS | Bhatt... indonesianjpharm.farmasi.ugm.ac.id/index.php/3/article/view/1061ANTI OXIDANT AND ANTI DIABETIC ACTIVITIES OF ETHANOLIC EXTRACT OF Primula denticulata FLOWERS Bhatt indonesianjpharm farmasi ugm ac index php 3 article view 1061
Read online
File size553.39 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test