UADUAD

Humanitas: Indonesian Psychological JournalHumanitas: Indonesian Psychological Journal

Penggunaan internet yang mudah menjadi tantangan baru, salah satunya adalah fenomena cyberloafing. Cyberloafing merujuk pada aktivitas mengakses internet selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi skala cyberloafing dalam konteks pendidikan di Indonesia menggunakan dimensi berbagi, berbelanja, memperbarui secara real-time, mengakses konten online, dan bermain/berjudi. Modifikasi meliputi kontekstualisasi item asli dan penambahan item relevan baru. Pengumpulan data dilakukan dengan purposive sampling, melibatkan 235 mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Metode yang digunakan untuk menguji validitas model cyberloafing adalah analisis faktor konfirmatori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 item, 20 item ditemukan valid, dengan Cronbachs alpha dan McDonalds omega yang memuaskan (0.73-0.93) untuk mengukur reliabilitas masing-masing dimensi cyberloafing. Implikasi praktis dari alat ukur ini adalah dapat digunakan untuk menilai intensitas cyberloafing di antara mahasiswa pendidikan tinggi di Indonesia.

Proses modifikasi instrumen pengukur cyberloafing dalam konteks Indonesia dilakukan dengan memberikan kontekstualisasi pada item asli dan menambahkan item relevan baru.Berdasarkan indeks goodness of fit (GoF), model multidimensi dengan 61 item tidak memuaskan dalam hal properti psikometrik.Di sisi lain, model multidimensi dengan 20 item menunjukkan kesesuaian yang memuaskan, dengan semua item valid dalam mengukur setiap dimensi.Pengujian reliabilitas menggunakan Cronbachs Alpha dan McDonalds Omega menunjukkan bahwa dimensi cyberloafing memiliki konsistensi internal yang memadai.Implikasi praktis dari penelitian ini adalah skala yang dimodifikasi dapat digunakan untuk mengukur intensitas cyberloafing di kalangan mahasiswa pendidikan tinggi di Indonesia.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbedaan tingkat cyberloafing berdasarkan karakteristik demografis mahasiswa, seperti jenis kelamin, latar belakang sosial ekonomi, dan program studi. Hal ini penting untuk memahami apakah ada kelompok mahasiswa tertentu yang lebih rentan terhadap perilaku cyberloafing. Kedua, penelitian dapat menginvestigasi faktor-faktor psikologis yang memengaruhi cyberloafing, seperti motivasi, regulasi diri, dan persepsi terhadap lingkungan belajar. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang lebih efektif dapat dirancang untuk mengurangi cyberloafing dan meningkatkan fokus belajar. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan dan menguji efektivitas program intervensi yang bertujuan untuk mengurangi cyberloafing dan meningkatkan produktivitas belajar. Program intervensi ini dapat mencakup pelatihan keterampilan manajemen waktu, strategi regulasi diri, dan peningkatan kesadaran tentang dampak negatif cyberloafing. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang cyberloafing dan mengembangkan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini di kalangan mahasiswa.

  1. Modification of the Indonesian Academic Cyberloafing Scale (IACS): A tool for assessing online deviance... doi.org/10.26555/humanitas.v22i1.1044Modification of the Indonesian Academic Cyberloafing Scale IACS A tool for assessing online deviance doi 10 26555 humanitas v22i1 1044
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.78.1.98APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 78 1 98
  3. Testing the validity and reliability of a Turkish version of the social cyberloafing scale - Yildiz -... doi.org/10.1111/ppc.12930Testing the validity and reliability of a Turkish version of the social cyberloafing scale Yildiz doi 10 1111 ppc 12930
Read online
File size395.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test