UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Localizer di Perum LPPNPI Cabang Yogyakarta menggunakan merk Normarc Tipe NM7013 dengan frekuensi kerja 109.1 MHz. Pada tanggal 12 September 2023, pilot melaporkan sinyal pancaran peralatan localizer runway 09 yang diterima tidak stabil. Interferensi frekuensi liar dapat menyebabkan kesalahan pembacaan instrumen pesawat, yang berpotensi mengakibatkan keputusan yang salah atau tindakan yang tidak tepat saat pendaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sinyal pancaran localizer dan menghitung potensi interferensi. Metode yang digunakan adalah diagram fishbone, perhitungan, dan simulasi potensi interferensi menggunakan parameter dRSS, iRSS, dan C/I dengan SEAMCAT pada jarak tertentu. Analisis dilakukan untuk memahami pengaruh interferensi terhadap sinyal pancaran localizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi frekuensi liar terjadi pada jarak d3 (15 NM), d4 (20 NM), dan d5 (25 NM), sementara tidak terjadi pada jarak d1 (5 NM) dan d2 (10 NM). Interferensi ini mengganggu proses pendaratan pesawat di Bandar Udara Adi Sutjipto. Untuk mengatasi masalah ini, penyedia layanan navigasi udara harus memastikan perawatan sistem ILS yang baik dan perlindungan dari interferensi frekuensi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinyal pancaran localizer frekuensi 109.1 MHz dapat dipengaruhi oleh faktor Man, Machine, Method, dan Environment.Perhitungan dan simulasi interferensi menggunakan SEAMCAT dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi interferensi frekuensi liar.Adanya interferensi frekuensi liar berdampak pada gangguan prosedur pendaratan pesawat, menyebabkan sinyal localizer yang diterima pilot menjadi tidak stabil.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak interferensi frekuensi liar terhadap berbagai jenis pesawat dan sistem navigasi lainnya untuk memahami tingkat kerentanan dan risiko yang lebih komprehensif. Kedua, pengembangan sistem deteksi dan mitigasi interferensi frekuensi secara real-time dapat menjadi fokus penelitian, termasuk penggunaan teknologi pemrosesan sinyal digital dan algoritma adaptif untuk mengurangi dampak interferensi. Ketiga, studi tentang efektivitas berbagai teknik perlindungan frekuensi, seperti penggunaan filter dan perisai elektromagnetik, serta optimasi penempatan antena, perlu dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan keamanan sistem navigasi penerbangan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan di masa depan, serta mengurangi risiko yang disebabkan oleh interferensi frekuensi.

Read online
File size1.22 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test