UKDCUKDC

Jurnal Lingkungan Karya ArsitekturJurnal Lingkungan Karya Arsitektur

Kabupaten Gresik merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang terkait perkembangan perkotaannya. Perkembangan perkotaan ini tidak luput dari perencanaan dan perancangan perkotaan berikut evaluasi yang menyertainya. Salah satu permasalahan pokok dari Kabupaten Gresik adalah mempertahankan eksistensi dan identitas keberadaan Kota Lama yang tidak boleh luput dari sentuhan perencanaan dan perancangan perkotaan, di tengah pengembangan Kota Baru Gresik. Untuk mengetahui lebih detail terkait permasalahan tersebut, tulisan ini akan membahas identifikasi elemen perkotaan di kawasan Kota Lama, serta identifikasi kesesuaian elemen perkotaan terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi dan tingkat kesesuaian elemen perancangan bagi masyarakat setempat dalam memfasilitasi segala aktivitasnya di Kabupaten Gresik. Hasilnya, interpretasi citra dan pengalaman ruang perkotaan di Kabupaten Gresik saat ini telah sesuai dengan kriteria elemen perkotaan bagi masyarakat setempat. Hasil tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam evaluasi perancangan perkotaan Kabupaten Gresik.

Elemen perancangan kota di Kabupaten Gresik telah memenuhi prinsip-prinsip desain perkotaan meliputi aspek livability, productivity, dan sustainability.Delapan elemen utama seperti tata guna lahan, bentuk bangunan, sirkulasi, ruang terbuka, jalur pejalan kaki, signage, kegiatan pendukung, dan konservasi telah dinilai memadai oleh masyarakat.Hasil survei menunjukkan bahwa Kota Lama tetap memiliki daya tarik dan relevansi di tengah perkembangan Kota Baru, terutama dalam aspek enhancing, connected, diverse, enduring, comfortable, vibrant, safe, dan walkable.Oleh karena itu, keberadaan Kota Lama tetap perlu menjadi perhatian dalam setiap kebijakan perencanaan kota ke depannya.

Bagaimana jika peneliti selanjutnya mengeksplorasi bagaimana peran teknologi digital seperti peta partisipatif atau aplikasi berbasis komunitas dapat melibatkan warga dalam merancang ulang ruang Kota Lama Gresik secara lebih inklusif? Selain itu, apakah pendekatan berbasis warisan budaya seperti festival lokal atau program residensi seni dapat menjadi strategi untuk memperkuat identitas Kota Lama tanpa mengeksklusi akses warga lokal? Terakhir, bagaimana model keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis komunitas dapat dikembangkan untuk memastikan perawatan ruang publik Kota Lama tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan melibatkan kemandirian warga melalui koperasi atau usaha bersama?.

  1. Kesesuaian Elemen Perancangan Kota bagi Masyarakat Setempat, di Kabupaten Gresik | Jurnal Lingkungan... doi.org/10.37477/lkr.v1i1.256Kesesuaian Elemen Perancangan Kota bagi Masyarakat Setempat di Kabupaten Gresik Jurnal Lingkungan doi 10 37477 lkr v1i1 256
Read online
File size959.91 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2bg
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test