UM SURABAYAUM SURABAYA

AGREGATAGREGAT

Sebagai bagian dari komponen penyokong dalam struktur bangunan, kolom merupakan komponen yang memikul beban luar dan itu akan menimbulkan gaya aksial, momen lentur dan gaya geser disepanjang ketinggiannya. Kolom beton murni dapat mendukung beban sangat kecil, tetapi kapasitas daya dukung bebannya akan meningkat cukup besar jika ditambahkan tulangan longitudinal. Peningkatan kekuatan yang lebih besar dapat dibuat dengan memberikan kekangan lateral pada tulangan longitudinal ini. Akibat beban tekan, kolom cenderung tidak hanya memendek dalam arah memanjang tetapi juga mengembang dalam arah lateral karena pengaruh poison. Penelitian ini akan dilakukan pengujian beban aksial maksimum sampai terjadi retak pada kolom beton bertulang dengan perencanaan tampang dua, ukuran kolom 20 × 20 × 60 cm dengan variabel dependen tulangan longitudinal baja ulir dan tulangan Cold Formed (baja ringan) tipe hollow. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tulangan baja ulir lebih efektif dibandingkan tulangan cold‑formed, dimana kolom dengan tulangan baja ulir memiliki kekuatan 44,4 % lebih tinggi dibandingkan kolom dengan tulangan cold‑formed.

Pengujian menunjukkan bahwa baja tulangan ulir 12 mm memiliki kuat leleh rata‑rata 283 N/mm² dan kuat tarik 442 N/mm², sedangkan baja cold‑formed 40 × 20 × 0,5 mm memiliki kuat leleh 135 N/mm² dan kuat tarik 165 N/mm².Kolom yang menggunakan tulangan baja ulir menghasilkan kekuatan aksial sekitar 3,7 % lebih tinggi dibandingkan kolom dengan tulangan cold‑formed, serta nilai kuat tekan beton 324,36 kg/cm² versus 217,21 kg/cm² untuk cold‑formed.Dengan demikian, tulangan baja ulir terbukti lebih efektif, sementara tulangan cold‑formed memberikan kekuatan sekitar 44,4 % lebih rendah.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi kinerja tulangan hollow cold‑formed yang diisi dengan beton berkekuatan tinggi sebagai alternatif untuk meningkatkan kapasitas aksial kolom, dengan menguji variasi rasio pengisian dan sifat beton yang digunakan. Selain itu, perlu dilakukan studi mengenai penggunaan paduan baja ringan berkarakteristik tinggi‑strength low‑alloy sebagai tulangan longitudinal, untuk menilai potensi peningkatan kekuatan dan efisiensi material dibandingkan baja tradisional. Selanjutnya, evaluasi jangka panjang terhadap daya tahan dan dampak lingkungan tulangan cold‑formed di bawah beban siklik serta kondisi korosi dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang keandalan dan keberlanjutan penggunaannya dalam struktur beton bertulang.

Read online
File size965.1 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test