UNNARUNNAR

e-NARODROIDe-NARODROID

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intellectual Capital (IC) yang diukur menggunakan Value Added Intellectual Capital (VAIC™) yang mempunyai tiga komponen yaitu Value Capital (VACA-value added capital employed), human capital (VAHU-value added human capital), dan structural capital (STVA-structural capital value added) terhadap reaksi pasar saham yang diproksikan dengan melihat Average Abnormal Return saham pada perusahaan LQ-45. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu analisis regresi linier berganda dengan alat analisis SPSS 17. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel sebanyak 17 sampel perusahaan LQ-45 selama tahun 2013-2015. Variabel dependen pada penelitian yaitu average abnormal return saham. Variabel independent pada penelitian yaitu tiga komponen VAIC. Hasil penelitian menunjukkan jika VACA berpengaruh terhadap average abnormal return saham dan variabel VAHU dan STVA tidak memiliki pengaruh terhadap average abnormal return saham.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh intellectual Capital terhadap average abnormal return saham, dapat disimpulkan jika Value Added Capital Employed (VACA) berpengaruh positif terhadap abnormal return sedangkan variabel VAHU dan STVA tidak memiliki pengaruh terhadap abnormal return.Secara general ketiga variabel VACA, VAHU, dan STVA secara bersama-sama dapat mempengaruhi abnormal return.Bagi peneliti selanjutnya yang hendak mengkaji Intellectual Capital secara lebih mendalam dapat menambah objek penelitian serta menggolongkan IC pada perusahaan High-IC ataupun Low-IC dalam satu sektor perusahaan karena penelitian ini menggunakan perusahaan LQ-45 yang dimana terdapat berbagai jenis sector perusahaan likuiditas di Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh komponen VAHU dan STVA terhadap abnormal return saham dengan sampel perusahaan dari sektor lain untuk memverifikasi hasil penelitian ini. Selain itu, penelitian dapat memperluas waktu pengamatan untuk melihat perubahan dinamika hubungan antara capital intelektual dan return saham dalam kondisi pasar yang berbeda. Selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan metode pengukuran capital intelektual yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan faktor eksternal seperti perubahan regulasi atau perkembangan teknologi yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Read online
File size351.52 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test