UNIBUNIB

Jurnal EngganoJurnal Enggano

Kajian faktor penentu kesehatan populasi Rhizophora apiculata telah dilakukan pada ekosistem mangrove sekitar kawasan perminyakan dan non kawasan industri di Provinsi Riau yang berdasarkan karakteristik lingkungannya dengan menggunakan Analisis PCA. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2014 di pesisir pantai Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis dengan tujuan sebagai dasar evaluasi terhadap pengelolaan mangrove di Provinsi Riau kedepannya. Pengukuran kualitas perairan dilakukan dengan cara insitu dan sampel sedimen diambil menggunakan eckman grab pada daerah intertidal dengan kedalaman air 5 – 10 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kesehatan populasi R. apiculata dipengaruhi oleh tiga faktor. Faktor pertama adalah parameter logam berat Pb, pH, suhu dan DO. Faktor kedua adalah parameter TPH dan trigliserida. Sementara faktor ketiga adalah salinitas dan potensial redoks. Kemudian masing‑masing faktor memiliki nilai varian yang berbeda‑beda yakni 33.36% (faktor pertama), 30.34% (faktor kedua) dan 15.57% (faktor ketiga). Dari ketiga faktor tersebut, yang paling mempengaruhi kondisi kesehatan populasi R. apiculata pada kawasan industri perminyakan dan non kawasan industri di Provinsi Riau adalah parameter logam berat Pb, pH, suhu dan DO.

57 menunjukkan bahwa faktor penentu kondisi kesehatan populasi Rhizophora apiculata pada kawasan industri perminyakan dan non kawasan industri di Provinsi Riau terbagi atas tiga, dimana faktor pertama dipengaruhi oleh parameter logam berat Pb, pH, suhu, dan DO.Faktor kedua dipengaruhi oleh parameter TPH dan trigliserida, sedangkan faktor ketiga dipengaruhi oleh salinitas dan potensial redoks, dengan nilai varian masing‑masing sebesar 33.Dari ketiga faktor tersebut, parameter yang paling mempengaruhi kondisi kesehatan populasi R.apiculata adalah logam berat Pb, pH, suhu, dan DO.

Penelitian lanjutan sebaiknya melakukan pemantauan musiman terhadap faktor‑faktor yang mempengaruhi kesehatan populasi Rhizophora apiculata, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan dinamika lingkungan sepanjang tahun dan menghubungkannya dengan aktivitas industri. Selain itu, diperlukan studi yang mengintegrasikan citra satelit atau teknik penginderaan jauh untuk memetakan sebaran spasial kontaminasi logam berat, khususnya timbal, pada ekosistem mangrove di Provinsi Riau, sehingga menghasilkan peta risiko yang dapat mendukung pengelolaan wilayah. Selanjutnya, penelitian eksperimental tentang potensi fitoremediasi menggunakan spesies mangrove lain atau kombinasi spesies dapat mengevaluasi efektivitas pengurangan konsentrasi logam berat di tanah dan air, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Ketiga arah penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang interaksi antara faktor lingkungan dan kesehatan mangrove, serta menyediakan dasar ilmiah untuk strategi konservasi dan remediasi yang lebih tepat sasaran. Integrasi hasil pemantauan, pemetaan satelit, dan percobaan fitoremediasi diharapkan dapat menghasilkan model prediktif yang membantu pembuat kebijakan dalam merencanakan tindakan mitigasi yang optimal.

Read online
File size438.12 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test