POLITANI KOEPOLITANI KOE

PSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianPSNP : Prosiding Seminar Nasional Penelitian

Desa merupakan pemerintah terkecil dalam suatu sistem pemerintahan di sebuah negara, namun perannya yang krusial sebagai dasar atau pondasi pembangunan suatu bangsa. Kemajuan suatu desa menjadi penggerak kemajuan kabupaten dan seterusnya, namun juga sebaliknya. Karena itu, suatu kajian komprehensif dilakukan di Desa Besmarak Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan tujuan untuk menyusun rencana pembangunan desa mandiri dan berkelanjutan sesuai potensi dan tantangan yang ada. Beberapa metode yang digunakan yaitu survei lapangan, kajian pustaka, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama kepala desa, tokoh masyarakat, pemilik lahan, petani dan staff dosen. Hasilnya adalah analisis SWOT untuk pengembangan desa dimana berpotensi untuk pembangunan model agroeduwisata. Analisis SWOT model Agroeduwista, menunjukkan perlunya penguatan kapasitas SDM, pemenuhan sarana dan prasarana, penerapan model pertanian adaptif iklim, dan inovasi model bisnis. Keempat faktor ini yang menjadi kunci penggerak pembangunan Desa Besmarak yang berkelanjutan dan mandiri. Kajian dan informasi ini sangat penting sebagai dasar pembangunan desa untuk jangka waktu pendek, menengah, dan panjang yang dapat juga diterapkan oleh desa-desa lain dengan kondisi yang sama.

Model Agroeduwisata direkomendasikan berdasarkan analisis SWOT Desa Besmarak sebagai model pengembangan desa yang unik di NTT.Keberhasilan model tersebut memerlukan penguatan kapasitas SDM, penyediaan sarana dan prasarana, penerapan pertanian adaptif iklim, serta inovasi model bisnis.Rencana pengembangan periodik diharapkan dapat membantu desa mencapai kemandirian dan keberlanjutan serta dapat diterapkan pada desa lain dengan karakteristik serupa.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak ekonomi jangka panjang dari penerapan model agroeduwisata di Desa Besmarak, misalnya dengan mengukur perubahan pendapatan asli desa dan kesejahteraan rumah tangga setelah tiga tahun pelaksanaan; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor‑faktor sukses dan hambatan dalam mengadaptasi model agroeduwisata pada desa‑desa lain di NTT yang memiliki kondisi geografis dan sosial yang berbeda, sehingga menghasilkan pedoman implementasi yang lebih umum; terakhir, penelitian aksi dapat difokuskan pada pengembangan dan pengujian modul pelatihan berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam mengelola agroeduwisata, dengan menilai efektivitas metode pembelajaran daring versus tatap muka dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis petani serta pelaku wisata.

  1. Pengembangan Model Agroeduwisata sebagai Implementasi Pertanian Berkelanjutan | Suluh Pembangunan : Journal... doi.org/10.23960/jsp.v1i2.14Pengembangan Model Agroeduwisata sebagai Implementasi Pertanian Berkelanjutan Suluh Pembangunan Journal doi 10 23960 jsp v1i2 14
Read online
File size977.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test