MEJAILMIAHMEJAILMIAH
Adagium: Jurnal Ilmiah HukumAdagium: Jurnal Ilmiah HukumKajian ini ditujukan guna menganalisis bagaimana Bawaslu Provinsi Gorontalo mengeluarkan keputusan berkenaan penyelesaian pelanggaran administrasi soal pemilih pindah pada pemilu. Kajian ini memanfaatkan pendekatan normatif dengan cara kualitatif serta menganalisis keputusan-keputusan Bawaslu dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilaksanakan lewat telaah berkas putusan Bawaslu dan sesi tanya jawab bersama para pihak yang berkepentingan pada tahapan pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun keputusan Bawaslu secara umum telah mencakup pertimbangan hukum yang cukup, terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan norma dan prosedur yang berlaku. Beberapa keputusan tidak secara jelas mendefinisikan pelanggaran administrasi yang dilakukan, yang dapat menyebabkan ketidakpastian hukum bagi pemilih dan peserta pemilu. Penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan standar yang lebih konsisten dan transparan dalam penanganan pelanggaran administrasi, guna meningkatkan kepastian hukum, khususnya dalam konteks pindah memilih. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dan praktis untuk perbaikan kualitas keputusan Bawaslu di masa yang akan datang.
Kajian ini menemukan bahwa keputusan Bawaslu Provinsi Gorontalo memang tersebut tentang pelanggaran administratif dalam pindah memilih.Beberapa keputusan Bawaslu tidak jelas mendefinisikan pelanggaran yang dilakukan.Sebabnya adalah ketidakkonsistenan penerapan norma dan prosedur, menyebabkan ketidakpastian hukum bagi pemilih.
Umumnya, para peneliti mengajukan saran-saran berupa peningkatan kapasitas Bawaslu dalam menindak pelanggaran administratif secara tegas, transparan, dan berbasis hukum. Lebih lanjut, perlu ada peningkatan sosialisasi terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Bawaslu, agar para pengawas dapat memahami dengan baik hukum yang berlaku. Namun, hal ini tidak cukup. Ada beberapa hal yang menghambat Bawaslu dalam menindak pelanggaran administratif. Salah satunya adalah ketidakkonsistenan dalam penerapan norma dan prosedur, yang menghasilkan keputusan Bawaslu yang tidak jelas mendefinisikan pelanggaran operasi yang dilakukan. Dengan demikian peneliti berpendapat bahwa tuntasnya masalah ketidakjelasan pengukuhan norma tersebut memerlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui seberapa purba dan luasnya penafsiran masalah ketidakjelasan norma itulah. Jadi perlu dicari tahu alasan latar belakang permasalahan ketidakkonsistenan tersebut. Kelibat dijadikan dasar untuk menganaliskan masyarakat yang berpotensi menjadi objek penindakan pelanggaran administratif. Karena jika tidak, komplikasi ketiadaan norma dapat bermula dari suatu titik yang mendalam, bahkan hingga ke kancah eksternal yang dinafkkan kepanitiaan normatif, di mana konteks masyarakat ini lebih sensitif untuk diledingkan oleh faktor eksternal, yang sebetulnya hanya digunakan untuk memaksa KPU dan Bawaslu untuk melengkapi seluruh pengukuhan norma. Ini adalah ide yang bisa mengarah pada penelitian lanjut dalam menjelaskan bagaimana pihak masyarakat dapat terlibat lebih dalam dalam penyelenggara pemilu. Selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut bagaimana kelemahan aparatur lembaga pengawas dapat diatasi oleh perbaikan prosedur dan organisasi. Setelah itu, perlu hasil penelitian yang lebih spesifik mengungkapkan prosedur yang tepat untuk mengatasi ketidakkonsistenan normatif dan implementasinya.
| File size | 372.9 KB |
| Pages | 27 |
| DMCA | Report |
Related /
POLINELAPOLINELA Kajian ini merumuskan kerangka kebijakan adaptif berbasis risiko melalui integrasi analisis variabilitas iklim, kapasitas adaptasi lokal, dan hasil FocusKajian ini merumuskan kerangka kebijakan adaptif berbasis risiko melalui integrasi analisis variabilitas iklim, kapasitas adaptasi lokal, dan hasil Focus
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif-analisis.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif-analisis.
HTPHTP Fenomena dalam studi ini adalah pengalaman psikologis ibu merawat anak dengan retardasi mental. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Mei -11 Juni 2017.Fenomena dalam studi ini adalah pengalaman psikologis ibu merawat anak dengan retardasi mental. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Mei -11 Juni 2017.
MEJAILMIAHMEJAILMIAH P-Kons/2022/PN Gto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mengabulkan permohonan konsinyasi berdasarkan Pasal 42 huruf c Undang-Undang No. 2 Tahun 2012P-Kons/2022/PN Gto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mengabulkan permohonan konsinyasi berdasarkan Pasal 42 huruf c Undang-Undang No. 2 Tahun 2012
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Namun, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XI/2013 menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah tidak termasuk dalam rezim pemilihan umum nasional sebagaimanaNamun, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XI/2013 menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah tidak termasuk dalam rezim pemilihan umum nasional sebagaimana
UNISSULAUNISSULA Anak-anak yang lahir di luar pernikahan masih sering mengalami perlakuan diskriminatif, kekerasan dan ketidakadilan, bahkan menjadi korban dari sistemAnak-anak yang lahir di luar pernikahan masih sering mengalami perlakuan diskriminatif, kekerasan dan ketidakadilan, bahkan menjadi korban dari sistem
UINUIN Peran aktif komunitas, termasuk penyediaan dukungan, bantuan, dan kesempatan untuk bersosialisasi tanpa diskriminasi, sangat penting untuk memperkuat korban,Peran aktif komunitas, termasuk penyediaan dukungan, bantuan, dan kesempatan untuk bersosialisasi tanpa diskriminasi, sangat penting untuk memperkuat korban,
ITEKES BALIITEKES BALI Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik distribusi frekuensi. Hasil: Analisis univariat menunjukkanData dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik distribusi frekuensi. Hasil: Analisis univariat menunjukkan
Useful /
HTPHTP Hasil penelitian didapatkan prevalensi malnutrisi sebesar 3,1% dan faktor risiko adalah variabel sulit mengunyah dengan nilai OR: 5,546 (95%CI: 1,468-20,950).Hasil penelitian didapatkan prevalensi malnutrisi sebesar 3,1% dan faktor risiko adalah variabel sulit mengunyah dengan nilai OR: 5,546 (95%CI: 1,468-20,950).
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Lingkungan Kerja Non‑Fisik dan Kompensasi secara signifikan memengaruhi Kepuasan Kerja, namun Beban Kerja tidak. Kepuasan Kerja berfungsi sebagai mediatorLingkungan Kerja Non‑Fisik dan Kompensasi secara signifikan memengaruhi Kepuasan Kerja, namun Beban Kerja tidak. Kepuasan Kerja berfungsi sebagai mediator
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Oleh karena itu, media balok warna disarankan sebagai strategi belajar yang kreatif dan efektif bagi pendidik dan orang tua. Implementasi media balok warnaOleh karena itu, media balok warna disarankan sebagai strategi belajar yang kreatif dan efektif bagi pendidik dan orang tua. Implementasi media balok warna
UNDIPUNDIP Pada subkelompok QOL dari status fungsional, fungsi fisik (55,94) dan fungsi peran (55,34) paling sering dilaporkan memengaruhi QOL. Mengenai gejala terkaitPada subkelompok QOL dari status fungsional, fungsi fisik (55,94) dan fungsi peran (55,34) paling sering dilaporkan memengaruhi QOL. Mengenai gejala terkait