ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER

KENDALI: Economics and Social HumanitiesKENDALI: Economics and Social Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital branding yang digunakan SR12 dalam membangun kepercayaan konsumen melalui konten media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi daring dan analisis konten terhadap unggahan resmi SR12 di Instagram, TikTok, serta ulasan konsumen di marketplace. Data dianalisis dari sekitar 20–50 unggahan edukatif di Instagram, 36 video informatif di TikTok, serta ratusan hingga ribuan ulasan konsumen pada produk unggulan SR12 selama periode Oktober–November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen dibangun melalui konsistensi konten edukatif, pemanfaatan testimoni konsumen, keterlibatan reseller sebagai micro-influencer, serta transparansi legalitas produk seperti nomor registrasi BPOM dan sertifikasi halal. Strategi ini berkontribusi dalam memperkuat persepsi kredibilitas merek, mengurangi risiko perseptual konsumen, dan mendorong loyalitas serta pembelian ulang. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi digital branding berbasis konten yang terintegrasi merupakan aspek krusial dalam membangun kepercayaan konsumen di tengah persaingan industri skincare di era pemasaran digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi digital branding SR12 melalui konten media sosial berhasil membangun kepercayaan konsumen secara efektif.Tiga pilar utama yang menjadi fokus SR12 yakni konten edukatif, bukti sosial melalui testimoni konsumen, dan transparansi legalitas produk, secara sinergis memperkuat persepsi kredibilitas merek dan loyalitas konsumen.Konten edukatif meningkatkan pemahaman dan keyakinan konsumen terhadap keamanan serta manfaat produk, sementara testimoni konsumen dan dukungan reseller sebagai micro-influencer menciptakan bukti sosial yang autentik.Transparansi terkait registrasi BPOM, sertifikasi halal, dan proses produksi menjadi fondasi legal yang memperkuat brand credibility.Integrasi ketiga pilar ini membentuk pengalaman digital konsumen yang konsisten dan bermakna, sehingga mendorong kesadaran, pertimbangan, kepercayaan, dan loyalitas secara berkelanjutan.Meskipun demikian, SR12 masih menghadapi tantangan terkait konsistensi kualitas konten, pemanfaatan influencer berbasis dermatologi, dan optimasi engagement di TikTok, yang menjadi peluang pengembangan strategi di masa depan.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi digital branding berbasis konten yang edukatif, transparan, dan berorientasi pada bukti sosial merupakan kunci dalam membangun kepercayaan konsumen di era pemasaran digital.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide, seperti: . . 1. Menganalisis dampak kolaborasi SR12 dengan influencer dermatologi terhadap kepercayaan konsumen dan loyalitas merek. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kredibilitas influencer dermatologi mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk SR12, serta bagaimana kolaborasi ini dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen.. . 2. Mengevaluasi strategi konten SR12 di TikTok dan mengidentifikasi strategi optimal untuk meningkatkan engagement. Penelitian ini dapat menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi engagement di TikTok, seperti jenis konten, frekuensi unggahan, dan interaksi dengan pengguna. Hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi praktis bagi SR12 untuk meningkatkan kehadiran dan keterlibatan merek di platform tersebut.. . 3. Meneliti dampak integrasi strategi digital branding SR12 terhadap perilaku pembelian konsumen. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana konten edukatif, bukti sosial, dan transparansi legalitas produk SR12 mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, serta bagaimana strategi ini dapat meningkatkan konversi dan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian dapat memberikan wawasan bagi SR12 dalam mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Read online
File size893.64 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test