ITKAITKA
SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanMemperoleh pangan yang aman dan bermutu merupakan hak bagi setiap orang. Keamanan pangan juga mempunyai peran penting dalam peningkatan daya saing produk terutama bagi produk UMKM agar dapat bersaing dipasar global. Untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pangan maka pemerintah telah menetapkan aturan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). CPPOB merupakan syarat untuk memperoleh izin edar (MD) dari Badan POM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan CPPOB pada UMKM produsen es krim (frozen food) di Provinsi Kepulauan Riau serta apa kendala yang dihadapi dalam pemenuhan syarat CPPOB tersebut. Metode evaluasi menggunakan metode seven tools dengan menggunakan diagram pareto. Hasil kajian diperoleh ketidaksesuaian pada beberapa aspek pada kedua sarana. Terdapat 7 aspek ketidaksesuaian pada sarana ABC dengan bobot nilai 16 dan 9 aspek ketidaksesuaian pada sarana XYZ dengan bobot nilai 21. Hasil tersebut menunjukkan penerapan CPPOB pada UMK ABC dan UMK XYZ berada pada kategori B (Baik) dan memenuhi persyaratan untuk pemberian izin penerapan CPPOB. Kendala penyebab ketidaksesuaian disebabkan oleh faktor manusia dan sistem.
Berdasarkan hasil evaluasi penerapan CPPOB di sarana UMKM ABC dan UMKM XYZ dapat disimpulkan bahwa ketidaksesuaian aspek CPPOB yang terjadi di sarana UMKM ABC terdapat pada 7 aspek dan di sarana XYZ terdapat ketidaksesuaian pada 9 aspek.Persentase terbesar terdapat pada aspek pengendalian proses dan pencegahan kontaminasi silang.Tingkat ketidaksesuaian yang terjadi yaitu, 6 ketidaksesuaian minor dan 5 ketidaksesuaian mayor dengan bobot nilai 16.Sehingga sarana UMK ABC dan sarana UMK XYZ berada pada kategori B (Baik) dan memenuhi syarat untuk mendapatkan izin penerapan CPPOB.Adapun kendala yang dihadapi dalam penerapan CPPOB disebabkan oleh faktor manusia dan sistem.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program pendampingan yang dilakukan oleh BPOM terhadap UMKM es krim, dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan penerapan CPPOB secara berkelanjutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan yang lebih efisien dan terintegrasi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah pemantauan dan evaluasi penerapan CPPOB. Ketiga, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi perilaku personel dalam menerapkan CPPOB, sehingga dapat dirumuskan strategi pelatihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan UMKM es krim.
| File size | 275.08 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
HAMZANWADIHAMZANWADI Potensi Bagik Longgek Barat sebagai pusat produksi pangan memberikan peluang pemanfaatan kompos, yang lebih murah dan ramah lingkungan dibanding pupukPotensi Bagik Longgek Barat sebagai pusat produksi pangan memberikan peluang pemanfaatan kompos, yang lebih murah dan ramah lingkungan dibanding pupuk
ISEIISEI Faktor-faktor seperti layanan perpanjangan pertanian, adopsi teknologi modern, dan program pupuk dan daur ulang organik berkontribusi positif terhadapFaktor-faktor seperti layanan perpanjangan pertanian, adopsi teknologi modern, dan program pupuk dan daur ulang organik berkontribusi positif terhadap
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Program MBG terbukti efektif dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberdayakan UMKM, petani, dan pelaku usaha lokal, sehingga memperkuatProgram MBG terbukti efektif dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberdayakan UMKM, petani, dan pelaku usaha lokal, sehingga memperkuat
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Kegiatan ini membangun fondasi kuat bagi desa yang kompetitif melalui jaminan dan sertifikasi produk halal. Kegiatan pendampingan dan sosialisasi mengenaiKegiatan ini membangun fondasi kuat bagi desa yang kompetitif melalui jaminan dan sertifikasi produk halal. Kegiatan pendampingan dan sosialisasi mengenai
IPBIPB Tutupan hutan di Indonesia sekitar 133 juta hektar. Masyarakat lokal Pulau Laut di Kalimantan selama ini melakukan usaha pertanian berpindah untuk mengelolaTutupan hutan di Indonesia sekitar 133 juta hektar. Masyarakat lokal Pulau Laut di Kalimantan selama ini melakukan usaha pertanian berpindah untuk mengelola
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan kualitas gizi anak, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakatSecara keseluruhan, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan kualitas gizi anak, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat
IPBIPB Bobot kriteria dihitung menggunakan analytic network process (ANP), menghasilkan peta risiko banjir dan kelas kesesuaian lahan untuk pangan lokal. PertimbanganBobot kriteria dihitung menggunakan analytic network process (ANP), menghasilkan peta risiko banjir dan kelas kesesuaian lahan untuk pangan lokal. Pertimbangan
UNPARUNPAR Potensi pertanian (dalam arti luas) yang dapat dikembangkan di desa ini meliputi padi padi ladang dan palawija, hortikultura (buah dan sayuran), peternakan,Potensi pertanian (dalam arti luas) yang dapat dikembangkan di desa ini meliputi padi padi ladang dan palawija, hortikultura (buah dan sayuran), peternakan,
Useful /
STKIP BIMASTKIP BIMA Studi pendahuluan dilakukan di SMPN 2 Kota Bima dengan melibatkan guru PAI dan siswa kelas VIII sebagai responden. Metode penelitian menggunakan pendekatanStudi pendahuluan dilakukan di SMPN 2 Kota Bima dengan melibatkan guru PAI dan siswa kelas VIII sebagai responden. Metode penelitian menggunakan pendekatan
IPBIPB Analisis keberlanjutan bisnis rumah walet mencakup aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Sampel terdiri dari tiga puluh delapan (38) rumah walet yang beradaAnalisis keberlanjutan bisnis rumah walet mencakup aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Sampel terdiri dari tiga puluh delapan (38) rumah walet yang berada
IPBIPB Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan dinamika LULC guna mengontrol penggunaan lahan dan merancang kebijakan penggunaan lahan yang adil serta berkelanjutan.Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan dinamika LULC guna mengontrol penggunaan lahan dan merancang kebijakan penggunaan lahan yang adil serta berkelanjutan.
UTBUTB SIMPEG memuat tiga fitur utama, yaitu Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG), Sistem Administrasi Pegawai (SIAP), dan Digitalisasi Arsip Pegawai (Dossier).SIMPEG memuat tiga fitur utama, yaitu Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG), Sistem Administrasi Pegawai (SIAP), dan Digitalisasi Arsip Pegawai (Dossier).