AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI
OjsGapuOjsGapuBayi yang tidak disusui memiliki risiko 13 kali lebih tinggi untuk meninggal dunia sebagai anak-anak. Meskipun menyusui adalah proses alami, banyak ibu tidak dapat menyusui bayi mereka karena beberapa faktor, termasuk kurangnya pengetahuan dan dukungan ibu serta promosi susu formula. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan ibu postpartum tentang manajemen laktasi dan praktik menyusui. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional analitik observasional. Populasi penelitian adalah ibu postpartum di Rumah Sakit Umum Bhakti Husada Krikilan, Banyuwangi, dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan 34 responden. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Pengetahuan Menyusui untuk mengukur pengetahuan dan kuesioner tentang praktik menyusui eksklusif. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05, menghasilkan nilai ρ sebesar 0,01. Ini menunjukkan bahwa ρ < α, sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima. Ini berarti ada korelasi antara pengetahuan ibu postpartum tentang manajemen laktasi dan praktik menyusui di Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan. Oleh karena itu, petugas kesehatan di rumah sakit diharapkan untuk secara konsisten memberikan pendidikan tentang manajemen laktasi untuk lebih meningkatkan pengetahuan ibu postpartum, baik mereka yang memiliki pengetahuan terbatas maupun yang baik, dan untuk memastikan praktik menyusui yang optimal.
Pengetahuan tentang manajemen laktasi di Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan, Banyuwangi, berada dalam kategori baik untuk 27 responden (79%).Menyusui di Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan, Banyuwangi, berada dalam kategori baik untuk 31 responden (92%).Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu postpartum tentang manajemen laktasi dan menyusui di Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan, Banyuwangi, sebagaimana dibuktikan oleh uji rank Spearman dengan nilai p 0,01 < 0,05, sehingga menerima H1.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi faktor-faktor lain yang memengaruhi praktik menyusui eksklusif, seperti dukungan suami, keluarga, dan tenaga kesehatan. Hal ini penting untuk memahami secara komprehensif determinan menyusui dan merancang intervensi yang lebih efektif. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari pendidikan manajemen laktasi terhadap praktik menyusui dan kesehatan bayi. Dengan mengikuti perkembangan ibu dan bayi dari waktu ke waktu, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat intervensi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi ibu tentang manajemen laktasi, serta hambatan dan fasilitator yang mereka hadapi. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan berharga untuk mengembangkan program dukungan menyusui yang lebih responsif terhadap kebutuhan ibu. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan praktik menyusui dan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan ibu dan bayi.
| File size | 198.77 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UVERSUVERS Hal ini menunjukkan bahwa hasil keamanan informasi telah ditetapkan, dikendalikan, dan dipelihara dengan baik. Selisih rata‑rata kontrol objektif sebesarHal ini menunjukkan bahwa hasil keamanan informasi telah ditetapkan, dikendalikan, dan dipelihara dengan baik. Selisih rata‑rata kontrol objektif sebesar
MALAHAYATIMALAHAYATI Rumah sakit di Mesir menunjukkan pencapaian lebih baik dalam aspek sistematisasi pengelolaan karena dukungan administratif dan regulasi yang kuat. Sebaliknya,Rumah sakit di Mesir menunjukkan pencapaian lebih baik dalam aspek sistematisasi pengelolaan karena dukungan administratif dan regulasi yang kuat. Sebaliknya,
UNHASAUNHASA Oleh karena itu, Puskesmas dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi supportif ke dalam program rutin, baik dalam kelas ibu hamilOleh karena itu, Puskesmas dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi supportif ke dalam program rutin, baik dalam kelas ibu hamil
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan skor rata‑rata dari 56 menjadi 88, dengan lebih dari 85 % peserta mampu menjawab pertanyaanBerdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan skor rata‑rata dari 56 menjadi 88, dengan lebih dari 85 % peserta mampu menjawab pertanyaan
STIESTIE Penerapan patient centered care di RSUD Labuang Baji akan memberikan sejumlah dampak positif yang akan dirasakan baik oleh staf maupun pasien. MeskipunPenerapan patient centered care di RSUD Labuang Baji akan memberikan sejumlah dampak positif yang akan dirasakan baik oleh staf maupun pasien. Meskipun
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI perah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik keluarga maupun lingkungan sekitar. Peran kader kesehatanKurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI perah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik keluarga maupun lingkungan sekitar. Peran kader kesehatan
JQWHJQWH Sedangkan yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan lancar sebanyak satu responden (7,1%), yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan kurangSedangkan yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan lancar sebanyak satu responden (7,1%), yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan kurang
PROVISIPROVISI New Flashphone Semarang dapat disimpulkan sebagai berikut. Adanya media pemasaran online maka perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain yang bergerakNew Flashphone Semarang dapat disimpulkan sebagai berikut. Adanya media pemasaran online maka perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain yang bergerak
Useful /
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Metode: Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode observasional deskriptif, menggabungkan pendekatan pretest dan posttest. Intervensi dilakukan melaluiMetode: Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode observasional deskriptif, menggabungkan pendekatan pretest dan posttest. Intervensi dilakukan melalui
ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan dengan Seminar atau Workshop dan Pendampingan dalam Pengembangan Kesadaran Budaya Menabung Sejak Usia Dini BagiKegiatan pelatihan ini dilakukan dengan dengan Seminar atau Workshop dan Pendampingan dalam Pengembangan Kesadaran Budaya Menabung Sejak Usia Dini Bagi
ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan secara dini kepada para pelajar agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba. Metodologi kegiatan penyuluhan hukumOleh karena itu, perlu adanya penyuluhan secara dini kepada para pelajar agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba. Metodologi kegiatan penyuluhan hukum
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Hasilnya, program berhasil meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 65 % menjadi 92 %, menumbuhkan kesadaran mandiri masyarakat dalam PSN, sertaHasilnya, program berhasil meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 65 % menjadi 92 %, menumbuhkan kesadaran mandiri masyarakat dalam PSN, serta