UYPUYP
JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGEDalam menjaga kelestarian budaya tentunya harus ada kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga ketahanan budaya. Seperti yang dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU), dimana membuat kegiatan workshop kerajinan bambu yang merupakan bagian dari Public Relations event. Kegiatan workshop tersebut adalah upaya pelestarian budaya khususnya kesenian angklung yang dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan program kegiatan workshop kerajinan bambu, yang dimana kegiatan tersebut akan meregenerasi bibit-bibit calon seniman angklung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi etnografi PR. Studi ini digunakan bertujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi PR yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan workshop yaitu pengelola dan pemateri workshop dengan pegunjung atau para peserta workshop. Hasil penelitian ini menunjukan adanya tahapan-tahapan dari program kegiatan workshop, mulai dari tahapan analisis persiapan, tahapan strategi, implementasi, hingga kepada dukungan masyarakat dan membangun reputasi. Penelitian ini menggunakan model yang relevan yaitu model The IPPAR (Insight, Program Strategic, Program Implementation, Action and Reputation). Dalam menjalankan kegiatan dan membangun reputasinya, SAU memiliki prinsip atau nilai-nilai dasar yaitu UDJO merupakan singkatan dari Ulet, Disiplin, Jujur, dan Optimis. Selain itu juga, dengan memberikan pelayanan sebaik mungkin agar loyalitas dan reputasi tetap terjaga.
Dalam merancang kegiatan workshop, pihak Saung Angklung Udjo memiliki cara.Dan cara tersebut ada tahapan yang diperlukan dalam merancang kegiatan workshop sebagai perilaku komunikasi pengelola dan pemateri workshop untuk membangun reputasi.Adapun tahapan tersebut meliputi analisis persiapan, strategi perencanaan, implementasi kegiatan dan evaluasi yang dirumuskan kedalam analisis menggunakan model IPPAR (Insight, Program strategic, Program implementation, Action and reputation).Pada tahap insight atau analisis persiapan meliputi.latar belakang kegiatan, ancaman, peluang, kelemahan, kelebihan, dan sasaran target, untuk nantinya akan menentukan strategi perencanaan yang akan dilakukan.pesan utama yakni informasi dan kegiatan merangkai angklung, kemudian bentuk konten yakni edukasi.Pada tahap program implementation yakni merealisasikan konten meliputi.proses kegiatan membuat atau merangkai angklung dari awal hingga akhir, dampak yang didapatkan bertambah wawasan terkait serba serbi angklung.serta pada tahap yang terakhir yakni action and reputations atau evaluasi kegiatan meliputi.respon dan dukungan dari masyarakat atau peserta workshop, loyalitas pengunjung dirasakan positif dan bagus.Dukungan dan loyalitas, serta etos kerja yang dimiliki oleh Saung Angklung Udjo berupa UDJO (Ulet, Disiplin, Jujur, dan Optimis) ini akan menjadi indikator Saung Angklung Udjo dalam mempertahankan reputasi sebagai destinasi wisata budaya.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak kegiatan workshop terhadap peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam merangkai angklung secara lebih mendalam, dengan menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur peningkatan tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas strategi komunikasi yang digunakan oleh Saung Angklung Udjo dalam menarik minat generasi muda terhadap kesenian angklung, dengan fokus pada penggunaan media sosial dan platform digital lainnya. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana Saung Angklung Udjo dapat berkolaborasi dengan pihak eksternal, seperti sekolah dan komunitas seni, untuk memperluas jangkauan kegiatan workshop dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya angklung. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana Saung Angklung Udjo dapat terus berperan dalam melestarikan budaya angklung dan meningkatkan daya tarik wisata budaya di Indonesia.
| File size | 298.42 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Dengan demikian, media video animasi berbasis Discovery Learning terbukti efektif dalam membantu peserta didik memahami materi Bahasa Indonesia, khususnyaDengan demikian, media video animasi berbasis Discovery Learning terbukti efektif dalam membantu peserta didik memahami materi Bahasa Indonesia, khususnya
ABULYATAMAABULYATAMA Mahasiswa menunjukkan kemampuan self‑motivation yang baik dan self‑control yang cukup. Mahasiswa dengan prestasi akademik tinggi memiliki self‑managementMahasiswa menunjukkan kemampuan self‑motivation yang baik dan self‑control yang cukup. Mahasiswa dengan prestasi akademik tinggi memiliki self‑management
ABULYATAMAABULYATAMA Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman konsep siswa dari 54 (pre-test) menjadi 82 (post-test), dengan nilai N-Gain sebesarUji coba terbatas menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman konsep siswa dari 54 (pre-test) menjadi 82 (post-test), dengan nilai N-Gain sebesar
ABULYATAMAABULYATAMA Data diperoleh melalui validasi ahli, angket yang melibatkan guru dan siswa, serta tes yang mengukur hasil belajar. Temuan dari penelitian menunjukkanData diperoleh melalui validasi ahli, angket yang melibatkan guru dan siswa, serta tes yang mengukur hasil belajar. Temuan dari penelitian menunjukkan
ABULYATAMAABULYATAMA Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam kelas bilingual CLIL memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan ganda—pemahamanStudi ini menyimpulkan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam kelas bilingual CLIL memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan ganda—pemahaman
ABULYATAMAABULYATAMA Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest keterampilan bermain sepak bolaBerdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest keterampilan bermain sepak bola
ABULYATAMAABULYATAMA Pemilihan subjek berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada 39 siswa, dari hasil tes tersebut dipilih 6 siswa sebagai subjek dengan 2 siswa kategori tinggi,Pemilihan subjek berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada 39 siswa, dari hasil tes tersebut dipilih 6 siswa sebagai subjek dengan 2 siswa kategori tinggi,
ABULYATAMAABULYATAMA Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada siswa SMA 1 Kuta Baro, melibatkan enam responden yang dipilih secara purposif,Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada siswa SMA 1 Kuta Baro, melibatkan enam responden yang dipilih secara purposif,
Useful /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Temuan tersebut menegaskan bahwa struktur graf maksimum berperan penting dalam memahami efisiensi, kerentanan, serta pola konektivitas suatu jaringan.Temuan tersebut menegaskan bahwa struktur graf maksimum berperan penting dalam memahami efisiensi, kerentanan, serta pola konektivitas suatu jaringan.
ABULYATAMAABULYATAMA Data kuantitatif menunjukkan perbedaan signifikan, sementara data kualitatif mengungkap peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan, dan penggunaan bahasaData kuantitatif menunjukkan perbedaan signifikan, sementara data kualitatif mengungkap peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan, dan penggunaan bahasa
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini membahas bagaimana model pendidikan nilai Islam yang berbasis masyarakat dapat menjadi solusi dalam merespons degradasi nilai adab tersebut.Penelitian ini membahas bagaimana model pendidikan nilai Islam yang berbasis masyarakat dapat menjadi solusi dalam merespons degradasi nilai adab tersebut.
UNPAMUNPAM Dari masalah tersebut, dibuatlah tata kelola akses internet gratis pada kafe Roose menggunakan mikrotik rb 750. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagaiDari masalah tersebut, dibuatlah tata kelola akses internet gratis pada kafe Roose menggunakan mikrotik rb 750. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai