UMMUMM

Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik Industri

Sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan utama sehingga memerlukan jumlah beras yang mencukupi kebutuhan dalam waktu yang tak terbatas. Gudang penyimpanan diperlukan untuk mengelola persediaan beras. Gudang beras harus berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau sehingga memperlancar pendistribusian dan menunjang efisiensi pendistribusian dalam segi ongkos logistik yang minimum. Dolog (Depot Logistik) merupakan agen tunggal Bulog (Badan Urusan Logistik) di Indonesia yang mempunyai tugas utama menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pangan di Indonesia terutama beras. Untuk dapat menjalankan tugasnya, Dolog harus mempunyai gudang beras ideal yang mempunyai kapasitas sesuai kebutuhan permintaan pasar. Penggunaan metode cluster dalam penelitian ini menghasilkan 3 gudang beras ideal dan strategis dalam memenuhi kebutuhan pasar di Bandung yang apabila dibandingkan dengan kondisi gudang sekarang yang sudah ada yaitu di Cimindi, ternyata dapat menghemat sebesar Rp 45.032.203 per tahun atau sekitar Rp125.000 per hari. Sehingga terdapat 2 solusi yang dapat diambil Dolog, yaitu membangun gudang beras baru di lokasi strategis atau tetap menggunakan gudang lama dengan menambah kapasitas gudang sebesar ± 6.000 ton.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa lokasi gudang ideal untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bandung adalah dengan menempatkan satu gudang di Kebonjati untuk melayani pasar Ciroyom, Baru, dan Kosambi, satu gudang di Sederhana untuk melayani pasar Sederhana, dan satu gudang di Caringin untuk melayani pasar Caringin.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan lokasi gudang yang ideal ini dapat menghemat biaya logistik sebesar Rp 45.203 per tahun dibandingkan dengan kondisi gudang yang ada di Cimindi.Oleh karena itu, Dolog dapat mempertimbangkan untuk membangun gudang baru di lokasi strategis atau meningkatkan kapasitas gudang yang ada sebesar ± 6.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi biaya logistik, seperti kondisi infrastruktur jalan dan biaya transportasi yang dinamis. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efisiensi biaya logistik antara Dolog dengan sistem penyimpanan dan distribusi beras yang digunakan oleh pihak swasta. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model optimasi yang lebih kompleks untuk menentukan lokasi dan kapasitas gudang yang paling optimal dengan mempertimbangkan berbagai skenario permintaan pasar dan perubahan biaya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai pengelolaan logistik beras di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat.

Read online
File size528.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test