STKIP JBSTKIP JB
Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community ServicesTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kebugaran jasmani siswa selama pandemi. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Tes menggunakan Tes Kebugaran Jasmani: sit ups (waktu 60 detik), sit and reach, modifikasi pull-up, shuttle run, tinggi badan (meter) dan berat badan (kg). Hasil penelitian pada perhitungan IMT masuk kategori Normal dengan presentase (50%), Tes Sit Up 60 detik dalam kategori sedang (45%). Sit and reach diketahui dalam kategori sedang (45%). Hasil perhitungan modifikasi pull up diketahui dalam kategori sedang (50%). MFT diketahui dalam kategori sedang (55%). Hasil dari perhitungan setiap item tes tersebut menggambarkan bahwa tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki siswa adalah rata-rata masuk kategori sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Dasar Negeri Balongbesuk pada rata-rata masuk kategori sedang. Sehingga siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan dan memperbanyak melakukan aktivitas fisik baik pada saat pembelajaran Pendidikan jasmani di sekolah maupun aktivitas fisik diluar sekolah agar siswa dapat memperoleh Tingkat Kebugaran Jasmani yang lebih optimal.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Dasar Balongbesuk pada masa pandemi Covid-19 secara rata-rata berada dalam kategori sedang.Hal ini dilihat dari hasil 5 item tes kebugaran jasmani yang dilakukan.Dengan demikian, guru sebaiknya meningkatkan kebugaran jasmani para siswa melalui latihan dan permainan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik mereka, sehingga dapat meningkatkan kesiapan siswa dalam belajar dan meningkatkan prestasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis aktivitas fisik tertentu terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar, misalnya membandingkan efektivitas latihan aerobik dan latihan kekuatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebugaran jasmani siswa, seperti pola makan, kualitas tidur, dan dukungan keluarga. Ketiga, penting untuk meneliti dampak program intervensi kebugaran jasmani yang terstruktur dan berkelanjutan terhadap prestasi akademik dan kesehatan mental siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai cara meningkatkan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar secara optimal, terutama dalam konteks pasca-pandemi, sehingga dapat mendukung perkembangan fisik, mental, dan akademik mereka secara holistik. Dengan demikian, sekolah dan keluarga dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat bagi generasi muda.
| File size | 483.88 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO These tarekats, including TS, TSN, TNKY, and TNYJAQ, are rooted in Minang traditions and maintain connections to their origins. They play a crucial roleThese tarekats, including TS, TSN, TNKY, and TNYJAQ, are rooted in Minang traditions and maintain connections to their origins. They play a crucial role
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian mereka masih salah dalam menyambung huruf Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk danBeberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian mereka masih salah dalam menyambung huruf Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Adapun kendala yang dihadapi adalah tulisan berbahasa Arab belum bersyakkal/berharakat, kurangnya kompetensi ustadz bidang bahasa Arab, kurangnya alokasiAdapun kendala yang dihadapi adalah tulisan berbahasa Arab belum bersyakkal/berharakat, kurangnya kompetensi ustadz bidang bahasa Arab, kurangnya alokasi
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Tidak hanya itu, guru juga diharapkan mematuhi berbagai aturan dan disiplin secara konsisten, mengingat tugas mereka tidak hanya terbatas pada aspek pembelajaranTidak hanya itu, guru juga diharapkan mematuhi berbagai aturan dan disiplin secara konsisten, mengingat tugas mereka tidak hanya terbatas pada aspek pembelajaran
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Selanjutnya faktor-faktor yang secara signifikan memiliki hubungan paling besar terhadap kesehatan mental anak adalah literasi kesehatan mental denganSelanjutnya faktor-faktor yang secara signifikan memiliki hubungan paling besar terhadap kesehatan mental anak adalah literasi kesehatan mental dengan
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial dengan kesehatan mental siswa di SMPNStudi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya pengasuhan, interaksi sosial, dan nilai-nilai sosial dengan kesehatan mental siswa di SMPN
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Keterlibatan remaja dalam gim daring secara berlebihan berpotensi mengganggu kesehatan secara menyeluruh dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental.Keterlibatan remaja dalam gim daring secara berlebihan berpotensi mengganggu kesehatan secara menyeluruh dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental.
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Setiap usaha tentu ada hambatan dan halangan. Dari berbagai hambatan tersebut, pengaruh keadaan rumah dan lingkungan siswa termasuk di dalamnya. Namun,Setiap usaha tentu ada hambatan dan halangan. Dari berbagai hambatan tersebut, pengaruh keadaan rumah dan lingkungan siswa termasuk di dalamnya. Namun,
Useful /
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting sangat banyak diantaranya jenis kelamin, berat badan lahir, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pemberianFaktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting sangat banyak diantaranya jenis kelamin, berat badan lahir, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pemberian
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH 9% mahasiswa Diploma III Keperawatan memiliki pengetahuan cukup baik dan 45. 5% memiliki kesiapsiagaan pada kategori kurang siap. Hasil studi menunjukkan9% mahasiswa Diploma III Keperawatan memiliki pengetahuan cukup baik dan 45. 5% memiliki kesiapsiagaan pada kategori kurang siap. Hasil studi menunjukkan
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan masing‑masing 16 orang. Kelompok pertama mendapat susu kedelai dan kelompok kedua mendapat air mineral.Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan masing‑masing 16 orang. Kelompok pertama mendapat susu kedelai dan kelompok kedua mendapat air mineral.
STKIP JBSTKIP JB Tahap akhir Subjek memberikan kesempatan siswa untuk menyajikan hasil pekerjaan kelompok sesuai dengan minat, bakat dan gaya belajar siswa, sehingga siswaTahap akhir Subjek memberikan kesempatan siswa untuk menyajikan hasil pekerjaan kelompok sesuai dengan minat, bakat dan gaya belajar siswa, sehingga siswa