PELITANUSAPELITANUSA
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan PembelajaranEDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan PembelajaranKalkulus merupakan mata kuliah dasar yang memiliki peran strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi mata kuliah matematika tingkat lanjut yang menuntut kemampuan berpikir abstrak, penalaran formal, dan pemahaman konseptual yang mendalam. Perbedaan intensitas belajar mahasiswa pada mata kuliah kalkulus tidak hanya berdampak pada penguasaan konsep, tetapi juga memengaruhi sikap akademik mahasiswa terhadap pembelajaran matematika lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang telah menempuh mata kuliah kalkulus dan sedang atau telah mengikuti mata kuliah Matematika Lanjut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kebiasaan belajar dan sikap akademik mahasiswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan intensitas belajar kalkulus yang tinggi cenderung menunjukkan sikap akademik yang lebih positif terhadap mata kuliah Matematika Lanjut, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, minat belajar, dan kesiapan akademik.
Intensitas belajar kalkulus penting untuk membentuk sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Matematika Lanjut.Mahasiswa dengan intensitas tinggi menunjukkan pemahaman konsep lebih kuat, kepercayaan diri, minat belajar, dan kesiapan akademik yang lebih optimal, sedangkan intensitas rendah menyebabkan penguasaan konsep terbatas dan kecemasan akademik.Temuan menegaskan bahwa pengalaman belajar prasyarat memengaruhi aspek kognitif dan sikap akademik, sehingga dosen perlu mendorong kebiasaan belajar konsisten dan bermakna untuk mendukung keberhasilan pembelajaran matematika tingkat lanjut.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana intensitas belajar kalkulus memengaruhi tingkat kecemasan matematika mahasiswa dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed‑methods) pada beberapa universitas di Indonesia, sehingga hasilnya dapat digeneralisasi. Selanjutnya, diperlukan pengembangan dan pengujian program intervensi yang dirancang khusus untuk meningkatkan intensitas belajar kalkulus, kemudian diukur dampaknya terhadap prestasi akademik pada mata kuliah matematika lanjutan melalui desain eksperimental terkontrol. Selain itu, penelitian longitudinal dapat meneliti peran alat belajar digital (seperti platform e‑learning dan aplikasi latihan) sebagai mediator antara intensitas belajar kalkulus dan perubahan sikap mahasiswa selama satu tahun studi, guna memberikan wawasan tentang strategi pembelajaran yang efektif. Semua ide penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang faktor‑faktor yang memajukan keberhasilan belajar matematika tingkat lanjut.
| File size | 233.87 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang berbasis pada nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keragaman mampu menjadiHasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang berbasis pada nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keragaman mampu menjadi
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir.Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir.
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sepuluh karya Ilmiah utama yang membahas perkembangan teologi Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sepuluh karya Ilmiah utama yang membahas perkembangan teologi Islam.
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Temuan ini mengusulkan Model Tiga Fase: 1) Fase Pra-Aksi (Ikhtiar), di mana komunikasi intrapersonal berfokus pada motivasi proaktif; 2) Fase Tengah-AksiTemuan ini mengusulkan Model Tiga Fase: 1) Fase Pra-Aksi (Ikhtiar), di mana komunikasi intrapersonal berfokus pada motivasi proaktif; 2) Fase Tengah-Aksi
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Selain itu, unsur kompetitif dan aturan permainan terbukti membantu siswa bekerja sama sambil tetap belajar dengan suasana menyenangkan. Kesimpulannya,Selain itu, unsur kompetitif dan aturan permainan terbukti membantu siswa bekerja sama sambil tetap belajar dengan suasana menyenangkan. Kesimpulannya,
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran teori dan praktik secara seimbang efektif dalam menumbuhkan disiplin keagamaan, meningkatkanImplikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran teori dan praktik secara seimbang efektif dalam menumbuhkan disiplin keagamaan, meningkatkan
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Implementasi juga menunjukkan perbedaan, di mana Finlandia menerapkan evaluasi formatif berkelanjutan dan otonomi guru, sementara PAI Indonesia masih menghadapiImplementasi juga menunjukkan perbedaan, di mana Finlandia menerapkan evaluasi formatif berkelanjutan dan otonomi guru, sementara PAI Indonesia masih menghadapi
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Pada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budayaPada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budaya
Useful /
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 34 siswa kelas V di salah satu sekolah negeri di kota Bandung. Kuesioner skala likert digunakanSampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 34 siswa kelas V di salah satu sekolah negeri di kota Bandung. Kuesioner skala likert digunakan
UINSUNAUINSUNA Pada siklus I meningkat menjadi 48% dengan persentase rata-rata tiap indikator mengidentifikasi masalah 63%, merumuskan masalah 54%, mengevaluasi kinerjaPada siklus I meningkat menjadi 48% dengan persentase rata-rata tiap indikator mengidentifikasi masalah 63%, merumuskan masalah 54%, mengevaluasi kinerja
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Sedangkan penilaian kemampuan komunikasi siswa dilakukan secara terintegrasi dengan penilaian kognitif, afektif dan psikomotor baik dalam hal instrumenSedangkan penilaian kemampuan komunikasi siswa dilakukan secara terintegrasi dengan penilaian kognitif, afektif dan psikomotor baik dalam hal instrumen
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalahPenelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah