UMPUMP

Proceedings Series on Physical & Formal SciencesProceedings Series on Physical & Formal Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani kelapa sawit swadaya pasca peremajaan sistem underplanting di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 42 petani pasca peremajaan sistem underplanting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani pasca melakukan peremajaan sistem underplanting sebesar Rp 24.813.711/tahun. Pola pendapatan petani terdiri dari pola I usahatani kelapa sawit sebesar Rp 53.273.933/petani/tahun, Pola II usahatani kelapa sawit ternak sapi Rp 49.612.100/tahun, Pola III usahatani kelapa sawit buruh tani sebesar Rp 45.254.210/tahun, Pola IV usahatani kelapa sawit pedagang sebesar Rp 44.053.140/tahun dan Pola V usahatani kelapa sawit pegawai sebesar Rp 51.086.368/tahun. Pendapatan petani kelapa sawit swadaya pasca peremajaan dengan sistem underplanting memberikan gambaran bahwa petani kelapa sawit swadaya harus mempunyai sumber pendapatan lain dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga petani dan mampu melakukan saving untuk menghadapi peremajaan berikutnya.

Proses peremajaan kelapa sawit sudah menjadi suatu kewajiban bagi para petani kelapa sawit sehingga perlu persiapan dari sisi finansial.Pendapatan yang didapatkan petani pada masa pasca peremajaan dengan sistem underplaning diperoleh dari 5 pola yaitu Pola 1 (usahatani kelapa sawit), Pola II (usahatani ternak sapi), Pola III (usahatani kelapa sawit buruh tani), Pola IV (usahatani kelapa sawit pedagang) dan Pola V (usahatani kelapa sawit pegawai).Dari 5 pola tersebut pendapatan terbesar diperoleh dari pola I yaitu pendapatan berasal usahatani kelapa sawit sebesar Rp 53.Pendapatan terendah diperoleh dari pola IV yaitu pendapatan berasal dari usahatani kelapa sawit dengan pedagang sebesar Rp 44.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai kombinasi tanaman pendamping dalam sistem underplanting untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko serangan hama penyakit. Kedua, penelitian mengenai model bisnis yang inovatif bagi petani kelapa sawit swadaya, seperti pengembangan produk olahan kelapa sawit atau diversifikasi usaha pertanian, dapat membantu meningkatkan pendapatan dan ketahanan ekonomi petani. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak sosial dan ekonomi dari program peremajaan kelapa sawit terhadap masyarakat lokal, termasuk perubahan pola pendapatan, akses terhadap layanan publik, dan keberlanjutan lingkungan, sehingga dapat dirumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  1. Pola Pendapatan Petani Kelapa Sawit Swadaya Pasca Peremajaan Sistem Underplanting di Kecamatan Sungai... doi.org/10.30595/pspfs.v5i.739Pola Pendapatan Petani Kelapa Sawit Swadaya Pasca Peremajaan Sistem Underplanting di Kecamatan Sungai doi 10 30595 pspfs v5i 739
Read online
File size485.49 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test