UTPUTP

JURNAL ILMIAH AGRINECAJURNAL ILMIAH AGRINECA

Perbedaan teknik budidaya menyebabkan perbedaan penggunaan faktor produksi dalam pertanian tebu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang digunakan dalam pertanian tebu tanam dan kelapa dan menganalisis tingkat pendapatan dari pertanian tebu tanam dan kelapa. Hasil analisis menunjukkan bahwa bisnis pertanian tersebut menguntungkan. Hasil analisis Rasio R/C untuk tebu tanam dan buah kelapa adalah 1,13 dan 1,38. Nilai Rasio R/C lebih dari 1 menunjukkan bahwa bisnis pertanian layak untuk dijalankan atau dibudidayakan.

Faktor-faktor dalam usahatani tebu tanam meliputi modal (bibit, pupuk, pestisida, dan herbisida), sumber daya manusia (tenaga kerja), sumber daya alam (lahan), dan teknologi.Ada perbedaan dalam usahatani tebu tanam baru dan kepras dalam tahap budidaya.Dalam usahatani tebu tanam, petani menggunakan bibit sebagai input.Sedangkan dalam usahatani tebu kepras, petani menggunakan tunas yang tumbuh setelah tebu ditebang.Dari analisis usahatani, pendapatan tunai tebu tanam dan kepras baru per hektar per musim tanam adalah Rp 22.Pendapatan total tebu tanam baru dan kepras per hektar per musim tanam adalah Rp 10.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tebu, seperti penggunaan bibit unggul dan teknik budidaya yang sesuai standar. 2. Meneliti dampak penggunaan teknologi modern dalam pertanian tebu, seperti traktor dan sprayer, terhadap produktivitas dan pendapatan petani. 3. Mengkaji strategi pemasaran tebu dan produk turunan, seperti gula, untuk meningkatkan nilai jual dan mengurangi ketergantungan pada impor gula. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pertanian tebu dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tebu.

Read online
File size413.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test