UMPUMP

Proceedings Series on Physical & Formal SciencesProceedings Series on Physical & Formal Sciences

Okra adalah tanaman yang bermanfaat untuk sayur, bahan baku industri dan pengobatan. Salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil adalah tumbuhnya gulma yang bersaing dengan tanaman dalam mendapatkan sinar matahari, air, dan unsur hara sehingga harus dikendalikan. Cara pengendalian gulma diantaranya adalah dengan pengaturan jarak tanam dan penyiangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui . Penelitian merupakan percobaan faktorial dua faktor dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri dua level, yaitu 40 cm x 40 cm dan 40 cm x 60 cm. Faktor kedua adalah frekuensi penyiangan terdiri empat level, yaitu penyiangan 1 kali (2 minggu setelah tanam/MST), penyiangan 2 kali (2 dan 4 MST), penyiangan 3 kali (2, 4 dan 6 MST), dan penyiangan 4 kali (2, 4, 6 dan 8 MST). Perubahan komposisi gulma diamati dengan melakukan analisis vegetasi sebelum olah tanah, umur 2 MST, umur 4 MST, umur 6 MST, dan umur 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan komposisi gulma akibat perlakuan tanam dan frekuensi penyiangan. Gulma yang mendominasi lahan sebelum perlakuan adalah dari golongan daun lebar (Hedyotis corymbosa dan Cleome viscosa), setelah perlakuan gulma yang mendominasi semua perlakuan berubah menjadi golongan rerumputan (Eleusine indica) yang sebelumnya tidak dijumpai di lahan. Pergeseran komposisi gulma juga terjadi pada golongan tekian. Gulma tekian yang dijumpai sebelum perlakuan sampai dengan umur 6 MST, pada umur 8 MST sudah tidak tumbuh lagi.

Terjadi perubahan komposisi gulma sebelum dan setelah perlakuan jarak tanam dan frekuensi penyiangan pada tanaman okra.Gulma yang mendominasi lahan sebelum perlakuan adalah dari golongan daun lebar Hedyotis corymbosa yang diikuti Cleome viscosa, gulma tekian Cyperus rotundus dan Fimbristylis miliaceae.Pada 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST) gulma yang mendominasi semua perlakuan jarak tanam dan frekuensi penyiangan adalah dari golongan rerumputan, yaitu Eleusine indica.Perubahan komposisi gulma juga terjadi pada golongan tekian.Gulma tekian yang dijumpai sebelum perlakuan sampai dengan umur 6 MST, pada umur 8 MST sudah tidak tumbuh lagi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami interaksi antara tanaman okra dan gulma. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi mekanisme biologis yang mendasari pergeseran komposisi gulma dari golongan daun lebar ke golongan rerumputan akibat perlakuan jarak tanam dan frekuensi penyiangan. Penelitian ini dapat melibatkan analisis mikrobioma tanah untuk mengidentifikasi perubahan komunitas mikroorganisme yang memengaruhi pertumbuhan gulma. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas penggunaan herbisida selektif yang mampu mengendalikan gulma rerumputan Eleusine indica tanpa merugikan tanaman okra. Uji fitotoksisitas herbisida pada berbagai umur tanaman okra perlu dilakukan untuk menentukan dosis aplikasi yang optimal. Ketiga, penelitian dapat mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan jarak tanam, frekuensi penyiangan, dan aplikasi pupuk organik terhadap komposisi gulma dan hasil panen okra. Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai strategi pengelolaan gulma yang terintegrasi dan berkelanjutan.

  1. Perubahan Komposisi Gulma Pada Pertanaman Okra dengan Jarak Tanam dan Frekuensi Penyiangan Berbeda |... conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/724Perubahan Komposisi Gulma Pada Pertanaman Okra dengan Jarak Tanam dan Frekuensi Penyiangan Berbeda conferenceproceedings ump ac index php pspfs article view 724
Read online
File size393.46 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test