UNIKSUNIKS
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)Permintaan benih Eucalyptus Pellita sebagai komoditas tanaman inoculum berintensitas tinggi (HTI) di lapangan sangat tinggi. Namun, bakteri Xanthomonas sp., yang menyebabkan penyakit layu daun bakteri, merupakan tantangan signifikan dalam memastikan pasokan bibit sehat yang stabil di kebun bibit. Para peneliti telah mengeksplorasi penggunaan rhizobacteria P. aeruginosa RE081 sebagai agen pengendalian hayati ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal P. aeruginosa RE081 yang dapat mengurangi insiden dan keparahan penyakit layu daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas sp. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap, dengan menguji konsentrasi berbeda dari P. aeruginosa RE081 (105, 106, 107, 108 CFU/mL). Temuan menunjukkan bahwa konsentrasi agen hayati berpengaruh signifikan terhadap kejadian dan keparahan penyakit tanaman. Pengujian in vivo menunjukkan bahwa P. aeruginosa RE081 mengurangi keparahan penyakit hanya sebesar 2,13% pada konsentrasi 108 CFU/mL. Menariknya, konsentrasi di bawah 108 CFU/mL meningkatkan keparahan penyakit dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Konsentrasi agen hayati berpengaruh terhadap insiden dan keparahan penyakit tanaman.namun, pengurangan keparahan penyakit terkait erat dengan hubungan antara patogen, agen hayati, lingkungan, dan tanaman itu sendiri.Hasil uji in vivo menunjukkan bahwa P.aeruginosa RE081 mampu mengurangi keparahan penyakit sebesar 2,13% pada konsentrasi 108 CFU/mL.aeruginosa RE081 meningkatkan keparahan penyakit layu daun bakteri.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi mekanisme spesifik di mana P. aeruginosa RE081 berinteraksi dengan Xanthomonas sp. dan Eucalyptus Pellita. Studi ini dapat mencakup analisis lebih lanjut tentang produksi senyawa antibakteri oleh P. aeruginosa RE081 dan pengaruhnya pada Xanthomonas sp. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan konsentrasi P. aeruginosa RE081 agar mencapai pengendalian penyakit yang lebih efektif. Akhirnya, studi tentang interaksi antara P. aeruginosa RE081, Xanthomonas sp., dan Eucalyptus Pellita dalam konteks lingkungan yang berbeda dapat memberikan wawasan berharga tentang strategi pengendalian hayati yang lebih efektif.
| File size | 468.26 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IJBLEIJBLE Temuan ini menekankan pentingnya merancang konten pemasaran yang interaktif, kredibel, dan berorientasi nilai untuk memperkuat keterlibatan konsumen danTemuan ini menekankan pentingnya merancang konten pemasaran yang interaktif, kredibel, dan berorientasi nilai untuk memperkuat keterlibatan konsumen dan
IJBLEIJBLE However, consumer trust does not mediate the relationship between promotion and design on purchase decisions, and insurance does not significantly moderateHowever, consumer trust does not mediate the relationship between promotion and design on purchase decisions, and insurance does not significantly moderate
IJBLEIJBLE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden dari konsumen Skintific. Teknik pengambilan sampelMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden dari konsumen Skintific. Teknik pengambilan sampel
IJBLEIJBLE Selanjutnya, kepuasan pelanggan secara positif memengaruhi niat pembelian ulang dan menjadi mediator hubungan antara atmosfer toko dan variasi produk denganSelanjutnya, kepuasan pelanggan secara positif memengaruhi niat pembelian ulang dan menjadi mediator hubungan antara atmosfer toko dan variasi produk dengan
IJBLEIJBLE Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap program MBKM. Program ini dianggap sebagai alat yang efektif dalam memperkuat pembelajaranTemuan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap program MBKM. Program ini dianggap sebagai alat yang efektif dalam memperkuat pembelajaran
IRPIIRPI Hasil menunjukkan bahwa SVM unggul dengan akurasi 70,51% dan F1-score 0,69, sedangkan Naïve Bayes memperoleh akurasi 66,34% dan F1-score 0,66. SentimenHasil menunjukkan bahwa SVM unggul dengan akurasi 70,51% dan F1-score 0,69, sedangkan Naïve Bayes memperoleh akurasi 66,34% dan F1-score 0,66. Sentimen
UMSUMS Studi ini menunjukkan bahwa area dengan kerentanan erosi tinggi di daerah aliran Amizmiz terutama berada di zona axial dan bagian barat bawah, di manaStudi ini menunjukkan bahwa area dengan kerentanan erosi tinggi di daerah aliran Amizmiz terutama berada di zona axial dan bagian barat bawah, di mana
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Penelitian dini dilaksanakan pada Agustus - November 2021 di kebun pecobaan Politeknik Negeri Lampung. Metode dalam percobaan ini menggunakan metode survei.Penelitian dini dilaksanakan pada Agustus - November 2021 di kebun pecobaan Politeknik Negeri Lampung. Metode dalam percobaan ini menggunakan metode survei.
Useful /
UNIKSUNIKS Isolat bakteri yang mampu mengurangi persentase serangan penyakit dibandingkan minggu pertama observasi hingga minggu keempat adalah isolat R4, R2, danIsolat bakteri yang mampu mengurangi persentase serangan penyakit dibandingkan minggu pertama observasi hingga minggu keempat adalah isolat R4, R2, dan
POLIBATAMPOLIBATAM Studi ini bertujuan untuk mereview secara sistematis topik tersebut dengan mengatasi tiga pertanyaan penelitian utama: (1) Sejauh mana konsumsi UPF memengaruhiStudi ini bertujuan untuk mereview secara sistematis topik tersebut dengan mengatasi tiga pertanyaan penelitian utama: (1) Sejauh mana konsumsi UPF memengaruhi
UMSUMS Pendorong ini dikategorikan menjadi faktor ekonomi, sosial, budaya, fisik, lingkungan, manajemen, dan hukum. Data dianalisis menggunakan metode Fuzzy DelphiPendorong ini dikategorikan menjadi faktor ekonomi, sosial, budaya, fisik, lingkungan, manajemen, dan hukum. Data dianalisis menggunakan metode Fuzzy Delphi
UMSUMS Metode yang digunakan meliputi koefisien korelasi anomali (ACC) dan kesalahan rata‑rata (ME) untuk menilai keluaran model, dengan 51 dataset hindcastMetode yang digunakan meliputi koefisien korelasi anomali (ACC) dan kesalahan rata‑rata (ME) untuk menilai keluaran model, dengan 51 dataset hindcast