POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG

JURNAL INFO KESEHATANJURNAL INFO KESEHATAN

Chocolate telah lama dipahami memberikan emosi positif dan suasana hati yang baik jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Cokelat mengandung prebiotik secara alami dari bahan penyusunnya yang dihasilkan selama proses produksi. Prebiotik, seringkali oligosakarida, adalah zat yang tidak dapat dimetabolisme oleh sistem pencernaan manusia tetapi dapat dimanfaatkan oleh sekelompok bakteri di usus, yang dikenal sebagai probiotik. Hubungan positif di antara keduanya memberikan manfaat bagi inang dalam menghilangkan patogen. Salah satu patogen yang dikenal yang sering menyebabkan infeksi baik di masyarakat maupun di rumah sakit adalah Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA). Sejak pertama kali diidentifikasi pada tahun 1960, MRSA telah menyebabkan masalah kesehatan hingga saat ini. Penelitian yang dilakukan pada dua kelompok Rattus norvegicus yang terinfeksi MRSA dan kemudian diberi makan cokelat mengungkapkan penurunan jumlah rata-rata koloni bakteri pada kulit dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok yang diberi makan cokelat dengan dosis 50 mg/hari, jumlah koloni bakteri menurun menjadi 1,28 x 108 CFU/cm2 dalam 7 hari, lebih rendah dari pada kelompok kontrol (1,46 x 108 CFU/cm2) pada waktu yang sama. Sementara mereka yang diberi makan 75 mg/hari cokelat menurun menjadi 2,70 x 107 CFU/cm2 dan ketiga kelompok tersebut berbeda secara signifikan (0,000<0,05). Prebiotik difermentasi oleh probiotik melepaskan asam lemak rantai pendek (SCFA), yang bersaing dengan patogen untuk menempel pada dinding epitel sehingga patogen kehilangan ruang dan nutrisi untuk bertahan hidup. Namun, efek buruk dari cokelat dapat terjadi karena mengandung gula yang merupakan nutrisi bagi bakteri, tetapi jika keseimbangan flora normal dan asupan prebiotik yang memadai diberikan, patogen dapat dihilangkan.

Studi ini telah mengungkapkan bahwa mengonsumsi cokelat dapat membantu mengurangi jumlah koloni MRSA pada kulit Rattus norvegicus melalui mekanisme pembentukan SCFA yang efektif dalam mencegah pelekatan bakteri ke sel epitel dan memodulasi metabolisme karbohidrat dan lipid.Selain itu, perlu dipertimbangkan bahwa mungkin ada efek buruk karena cokelat mengandung gula yang merupakan nutrisi bagi bakteri.Namun, hal ini dapat ditingkatkan jika inang memiliki keseimbangan flora normal yang baik, nutrisi yang memadai, dan tidak stres.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melakukan penelitian tentang dosis ideal konsumsi cokelat sehingga efek baik dapat diperoleh dan efek buruk dapat dicegah.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis oligosakarida spesifik dalam cokelat yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan MRSA. Penelitian ini dapat melibatkan analisis komposisi kimia cokelat dari berbagai sumber dan varietas, serta pengujian in vitro terhadap berbagai strain MRSA. Kedua, penting untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler yang mendasari efek prebiotik dalam cokelat terhadap MRSA. Penelitian ini dapat melibatkan studi in vitro untuk mengidentifikasi senyawa spesifik yang dihasilkan oleh fermentasi prebiotik oleh probiotik, dan bagaimana senyawa-senyawa ini mempengaruhi pertumbuhan dan virulensi MRSA. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas cokelat sebagai terapi tambahan untuk infeksi MRSA pada manusia. Penelitian ini dapat melibatkan uji klinis terkontrol secara acak untuk membandingkan hasil klinis pada pasien dengan infeksi MRSA yang menerima cokelat sebagai tambahan untuk pengobatan standar, dengan pasien yang hanya menerima pengobatan standar. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi cokelat sebagai agen terapeutik untuk melawan infeksi MRSA, dan mengembangkan strategi baru untuk mencegah dan mengobati infeksi ini.

  1. Probiotics, prebiotics, and microencapsulation: A review: Critical Reviews in Food Science and Nutrition:... doi.org/10.1080/10408398.2014.887055Probiotics prebiotics and microencapsulation A review Critical Reviews in Food Science and Nutrition doi 10 1080 10408398 2014 887055
  2. Effects of Probiotics on Lipid Profile: A Review. effects probiotics lipid profile review email protected... scialert.net/abstract/?doi=ajft.2012.251.265Effects of Probiotics on Lipid Profile A Review effects probiotics lipid profile review email protected scialert abstract doi ajft 2012 251 265
  3. The Comparison of Food and Supplement as Probiotic Delivery Vehicles: Critical Reviews in Food Science... tandfonline.com/doi/full/10.1080/10408398.2012.733894The Comparison of Food and Supplement as Probiotic Delivery Vehicles Critical Reviews in Food Science tandfonline doi full 10 1080 10408398 2012 733894
Read online
File size666.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test