ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaPseudoaneurisma adalah aneurisma palsu yang paling sering terjadi pada lokasi cedera arteri. Pseudoaneurisma adalah komplikasi paling sering setelah intervensi terkait kateter dan terjadi karena penutupan lubang tusukan yang tidak memadai. Namun, ada beberapa kasus pasien dengan pseudoaneurisma tanpa riwayat intervensi vaskular sebelumnya. Kami menggambarkan kasus ruptur pseudoaneurisma aorta abdominal raksasa pada pasien tanpa riwayat intervensi vaskular sebelumnya, dengan keluhan awal berupa nyeri perut. Pasien berhasil menerima terapi EVAR menggunakan cangkok kissing.
Pseudoaneurisma aorta abdominal paling sering disebabkan oleh intervensi endovaskular.Namun, pseudoaneurisma aorta abdominal spontan dapat terjadi karena trauma tumpul, trauma penetrasi, atau konsumsi terapi antiplatelet ganda dikombinasikan dengan satu antikoagulan.Pseudoaneurisma dapat pecah dan menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik karena perdarahan internal, sehingga perlu diobati dengan tepat.Pseudoaneurisma dapat diobati dengan terapi kompresi terpandu ultrasonografi, injeksi trombin terpandu ultrasonografi, terapi operatif, atau intervensi transkateter.Pseudoaneurisma yang terjadi pada pasien ini tidak umum terjadi tanpa adanya intervensi atau pembedahan vaskular sebelumnya.Oleh karena itu, terapi intervensi yang memadai diperlukan untuk mencegah komplikasi ruptur yang fatal.EVAR dibandingkan dengan terapi operatif memiliki hasil yang lebih baik, sehingga mungkin menjadi pilihan pengobatan untuk pseudoaneurisma.
Berdasarkan studi kasus ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian prospektif diperlukan untuk mengidentifikasi faktor risiko spesifik yang berkontribusi pada perkembangan pseudoaneurisma aorta abdominal spontan, terutama pada pasien tanpa riwayat intervensi vaskular sebelumnya. Hal ini dapat melibatkan analisis mendalam terhadap riwayat medis pasien, faktor genetik, dan kondisi medis penyerta seperti diabetes dan hipertensi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai modalitas terapi, termasuk EVAR dan operasi terbuka, dalam mengelola pseudoaneurisma aorta abdominal yang pecah, dengan fokus pada hasil jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini dapat membandingkan tingkat keberhasilan, komplikasi, dan tingkat mortalitas antara kedua pendekatan tersebut. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki peran terapi farmakologis, seperti agen antiplatelet dan antikoagulan, dalam mencegah perkembangan dan ruptur pseudoaneurisma aorta abdominal, terutama pada pasien dengan faktor risiko yang diketahui.
| File size | 2.45 MB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara ketergantungan bermain game online dengan gangguan emosi dan tingkat stres pada siswaTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara ketergantungan bermain game online dengan gangguan emosi dan tingkat stres pada siswa
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan yang buruk dan tingkat stres sedang, serta lebih dari 40 persen mengalami kekambuhan gastritis yang parah.Sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan yang buruk dan tingkat stres sedang, serta lebih dari 40 persen mengalami kekambuhan gastritis yang parah.
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Metode yang digunakan adalah pengkajian holistik, intervensi keperawatan yang disesuaikan dengan budaya, dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwaMetode yang digunakan adalah pengkajian holistik, intervensi keperawatan yang disesuaikan dengan budaya, dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian.Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian.
UMSBUMSB Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kecemasan sebelum intervensi adalah 2,93 dan sesudah intervensi adalah 2,43 dengan hasil uji wilcoxon didapatkanHasil penelitian menunjukkan rata-rata kecemasan sebelum intervensi adalah 2,93 dan sesudah intervensi adalah 2,43 dengan hasil uji wilcoxon didapatkan
UMSBUMSB Salah satu terapi non-farmakologi untuk mengatasi dismenorea adalah dengan pemberian jus wortel dan jus alpukat. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruhSalah satu terapi non-farmakologi untuk mengatasi dismenorea adalah dengan pemberian jus wortel dan jus alpukat. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh
UMSBUMSB Salah satu upaya terapi untuk mengurangi kecemasan adalah dengan pemberian murottal Al Quran dan terapi musik klasik. Berdasarkan data, kecemasan ibu hamilSalah satu upaya terapi untuk mengurangi kecemasan adalah dengan pemberian murottal Al Quran dan terapi musik klasik. Berdasarkan data, kecemasan ibu hamil
UMSBUMSB Pemberian jus labu siam dan jus mentimun memiliki kalium yang tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiPemberian jus labu siam dan jus mentimun memiliki kalium yang tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan informasi kader menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas layanan di posyandu. Tujuan: Penelitian ini bertujuanOleh karena itu, pemenuhan kebutuhan informasi kader menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas layanan di posyandu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
UMSBUMSB Oleh karena itu, dibutuhkan informasi yang lebih dalam lagi terkait dengan CKD yang mana masuk sebagai trend dan issue dalam keperawatan ini. Yang manaOleh karena itu, dibutuhkan informasi yang lebih dalam lagi terkait dengan CKD yang mana masuk sebagai trend dan issue dalam keperawatan ini. Yang mana
UMSBUMSB Pendahuluan: Data Kemenkes RI tahun 2019, kanker payudara menempati urutan pertama dengan angka kejadian 42,1 per 100.000 penduduk. Sedangkan data dariPendahuluan: Data Kemenkes RI tahun 2019, kanker payudara menempati urutan pertama dengan angka kejadian 42,1 per 100.000 penduduk. Sedangkan data dari
UMSBUMSB Dari uji analis Chi Kuadrat didapatkan nilai hitung = 7,649 dan tabel = 5,991 dengan taraf signifikan 5 %. Jadi hitung > tabel. Ho ditolak dan H1 di terima,Dari uji analis Chi Kuadrat didapatkan nilai hitung = 7,649 dan tabel = 5,991 dengan taraf signifikan 5 %. Jadi hitung > tabel. Ho ditolak dan H1 di terima,