UYPUYP

JURNAL HERITAGEJURNAL HERITAGE

Fenomena digitalisasi telah mengubah pola komunikasi generasi muda, termasuk melalui fitur virtual dalam permainan daring seperti Mobile Legends. Hal ini juga terjadi pada anggota Karang Taruna Desa Kejapanan, yang aktif berinteraksi melalui permainan meskipun terpisah secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi mereka dengan menggunakan teori Tubbs dan Moss. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman untuk memperoleh pemahaman mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi linier terjadi dalam situasi yang memerlukan keputusan cepat, seperti saat mengambil objektif dalam permainan. Pola komunikasi interaksional muncul dalam penyusunan strategi awal, di mana anggota tim dapat bertukar informasi dan merespons satu sama lain.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga pola komunikasi utama (linier, interaksional, dan transaksional) yang digunakan pemuda Karang Taruna Desa Kejapanan saat bermain Mobile Legends, bervariasi sesuai kebutuhan situasional dalam game.Pola-pola ini tidak hanya meningkatkan koordinasi dalam permainan, tetapi juga secara signifikan memperkuat hubungan sosial dan kerja sama antaranggota Karang Taruna di luar lingkungan game.Dengan demikian, game online seperti Mobile Legends terbukti berperan sebagai media efektif yang mengintegrasikan dunia virtual dengan kehidupan sosial komunitas lokal, mendukung penguatan jejaring sosial dan pengembangan keterampilan lunak pemuda.

Meskipun penelitian ini telah mengungkap pola komunikasi yang terbentuk dan dampaknya yang positif, masih banyak aspek yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara lebih mendalam bagaimana strategi manajemen komunikasi yang efektif dalam game online, seperti penetapan peran shotcaller atau penggunaan fitur komunikasi yang terstruktur, dapat memitigasi potensi dampak negatif dari pola komunikasi linier dan transaksional yang kadang menimbulkan kesalahpahaman atau ketidakpuasan di antara anggota tim Karang Taruna. Memahami metode adaptasi ini penting untuk memastikan lingkungan interaksi yang harmonis. Kedua, akan sangat relevan untuk melakukan studi komparatif dengan melibatkan organisasi kepemudaan lain yang tidak berfokus pada aktivitas game online, atau yang memiliki struktur komunikasi yang lebih formal, untuk melihat apakah pola komunikasi yang terbentuk di Karang Taruna Desa Kejapanan melalui Mobile Legends menunjukkan kekhasan tertentu atau justru memiliki karakteristik universal. Perbandingan semacam ini dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana konteks media digital memengaruhi transfer kemampuan sosial. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengamati secara berkala bagaimana soft skill seperti pengambilan keputusan cepat, kepemimpinan adaptif, dan kemampuan kerja sama tim, yang diasah melalui interaksi dalam Mobile Legends, secara konkret terefleksi dan memberikan kontribusi nyata terhadap efektivitas kegiatan Karang Taruna dalam jangka panjang, di luar arena virtual. Ini akan mengukur keberlanjutan dampak positif game secara lebih holistik dan praktis, serta memberikan bukti empiris mengenai nilai game online sebagai alat pengembangan diri.

  1. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan. peran karang taruna mewujudkan tanggung sosial pemuda gerakan... doi.org/10.21831/jc.v15i2.19182Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan peran karang taruna mewujudkan tanggung sosial pemuda gerakan doi 10 21831 jc v15i2 19182
  2. Analisis Pengaruh Aplikasi Game Online Mobile Legend Di Kalangan Muda | Algoritma : Jurnal Matematika,... journal.arimsi.or.id/index.php/Algoritma/article/view/121Analisis Pengaruh Aplikasi Game Online Mobile Legend Di Kalangan Muda Algoritma Jurnal Matematika journal arimsi index php Algoritma article view 121
Read online
File size483.07 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test