IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO

The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious Diseases

Latar belakang: Sepsis merupakan salah satu penyebab utama kematian di rumah sakit, dengan angka kematian yang signifikan. Bundel sepsis dikembangkan oleh Surviving Sepsis Campaign (SSC). Bundel sepsis meliputi identifikasi dini, pengukuran laktat, pemberian antibiotik, dan resusitasi cairan, dan terbukti efektif dalam menurunkan angka kematian. Perawat memainkan peran strategis dalam menerapkan bundel ini, karena mereka seringkali merupakan orang pertama yang mengenali tanda-tanda awal sepsis. Namun, implementasi dalam pengaturan klinis seringkali menghadapi tantangan, termasuk beban kerja yang tinggi, sumber daya yang terbatas, dan kurangnya pemahaman tentang protokol. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk mengeksplorasi implementasi bundel sepsis oleh perawat di rumah sakit. Pencarian literatur dilakukan di PubMed, CINAHL/MEDLINE, Scopus, dan ScienceDirect, menggunakan kriteria inklusi artikel berbahasa Inggris dengan akses teks lengkap gratis dan diterbitkan dari Januari 2014 hingga Juni 2024. Hasil: Dari 211 artikel yang diidentifikasi, 9 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa implementasi bundel sepsis yang efektif dapat meningkatkan kepatuhan perawat terhadap protokol dan menurunkan angka kematian. Faktor-faktor seperti pendidikan berkelanjutan, revisi protokol, dukungan kepemimpinan, dan kebijakan staf yang optimal merupakan kunci keberhasilan implementasi. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa bundel sepsis yang dipimpin perawat memerlukan pendekatan multidimensional untuk meningkatkan hasil klinis dan efisiensi operasional untuk pasien sepsis di rumah sakit.

Bundel sepsis yang dipimpin perawat di rumah sakit merupakan komponen kunci dalam manajemen sepsis yang efektif.Keberhasilan implementasi bundel ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti rasio perawat-pasien, pendidikan berkelanjutan, revisi protokol, dan dukungan kepemimpinan.Pendekatan multidimensional diperlukan untuk meningkatkan hasil klinis dan efisiensi operasional bagi pasien sepsis, sehingga institusi kesehatan perlu memperkuat kapasitas perawat melalui pendidikan berbasis bukti, kebijakan staf yang optimal, dan teknologi pendukung.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi strategi spesifik yang dapat mengurangi beban kerja perawat tanpa mengorbankan kualitas implementasi bundel sepsis. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai metode pendidikan berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat terkait sepsis. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat menggali persepsi dan pengalaman perawat dalam menghadapi tantangan implementasi bundel sepsis di berbagai konteks perawatan kesehatan, termasuk perbedaan antara rumah sakit dengan sumber daya yang berbeda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang cara mengoptimalkan implementasi bundel sepsis dan meningkatkan hasil klinis bagi pasien sepsis, serta memberikan rekomendasi yang lebih terarah bagi pembuat kebijakan dan praktisi klinis.

Read online
File size411.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test