UNTRIMBALIUNTRIMBALI

Journal of Applied Management StudiesJournal of Applied Management Studies

Puskesmas, sebagai salah satu unit pelaksana layanan teknis di tingkat kabupaten/kota, berupaya memenuhi seluruh kebutuhan, keinginan, dan aspirasi masyarakat melalui penyediaan layanan publik berkualitas tinggi. Namun, masih terdapat fasilitas kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan di bawah standar. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek data meliputi tenaga medis Puskesmas Citeras, petugas puskesmas, serta anggota masyarakat yang pernah menjadi pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Citeras memberikan pelayanan medis yang baik. Namun, terdapat kendala yang menurunkan kualitas layanan, antara lain rendahnya pengetahuan publik, keterbatasan kapasitas laboratorium, serta seringnya kekosongan obat yang memaksa pasien menebus di apotek.

Kesimpulannya, Puskesmas Citeras memiliki tenaga ahli dan menyediakan informasi serta prosedur yang jelas kepada pasien, namun masih terdapat kekurangan staf terlatih dalam pengelolaan rekam medis yang membutuhkan peningkatan kompetensi.Meskipun layanan medis gratis bagi peserta BPJS dan fasilitas utama sudah memadai, keterbatasan seperti kurangnya televisi, mesin loket, fasilitas radiologi, laboratorium, ruang parkir, serta ketersediaan obat mengurangi kualitas pelayanan.Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia diperlukan untuk menjamin layanan kesehatan yang lebih optimal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan layanan telemedisin di Puskesmas Citeras memengaruhi durasi waktu tunggu pasien serta tingkat kepuasan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah integrasi teknologi tersebut. Selanjutnya, studi longitudinal dapat menilai efektivitas program edukasi kesehatan masyarakat yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan publik tentang fasilitas dan prosedur puskesmas, serta mengukur perubahan pola kunjungan dan kepatuhan terhadap layanan. Selain itu, penelitian evaluatif mengenai sistem manajemen persediaan obat terdesentralisasi dapat dilakukan untuk menilai kemampuan mengurangi kejadian kekosongan obat, dengan menguji model berbasis aplikasi mobile yang melibatkan petugas farmasi dan pasien. Semua penelitian tersebut diharapkan memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur, dan optimalisasi layanan kesehatan di lingkungan puskesmas pedesaan. Penelitian ini juga dapat mengidentifikasi faktor-faktor penghambat adopsi teknologi digital di kalangan tenaga medis, sehingga strategi pelatihan dapat disesuaikan secara spesifik. Dengan melibatkan komunitas lokal sebagai mitra penelitian, hasilnya dapat meningkatkan partisipasi warga dalam perencanaan layanan, memperkuat rasa kepemilikan dan keberlanjutan program kesehatan.

Read online
File size294.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test