UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Setiap musim kemarau pada lahan pertanian di Wilayah Binong mengalami kekeringan sehingga harus mengambil air menggunakan pompa air yang digerakan menggunakan mesin diesel yang berbahan bakar bio-solar. Pada saat ini penggunaan bio-solar dibatasi sehingga para petani kesulitan untuk mendapatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai pengganti bahan bakar bio-solar serta menghitung kelayakan secara ekonomi. Metode yang dilakukan yaitu melakukan wawancara serta observasi secara langsung, serta menghitung menggunakan persamaan yang telah ada sebelumnya. Hasil pada penelitian ini yaitu dengan kebutuhan daya pompa air sebesar 2.400 watt memerlukan 10 pcs panel surya monocrystalline 530 Wp, baterai lifepo4 48v 100A sebanyak 4 pcs, Solar Charger Controller dengan kapasitas 100A, inverter dengan kapasitas 5 kw dengan total investasi awal sebesar Rp. 121.088.187 total biaya siklus hidup sebesar Rp. 400.186.820 dengan arus kas bersih Rp. 291.558.056, Cost of Energy (COE) Rp.1.477/kWh, Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 170.469.869, Diskon Payback Period (DPP) di tahun ke 5. Pada penelitian ini dinyatakan layak secara investasi karena dapat memenuhi standar perhitungan COE, NPV dan DPP. Dengan hasil tersebut kita dapat mengevaluasi proyek, risiko, likuiditas agar membuat keputusan yang lebih terinformasi dan bijaksana.

Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid pada lahan pertanian di wilayah binong dinyatakan layak secara ekonomi karena dapat memenuhi standar perhitungan baik itu Net Present Value (NPV) maupun Diskon Payback Period (DPP).Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu dengan kebutuhan daya pompa air sebesar 2.400 watt memerlukan 10 pcs panel surya monocrystalline 530 Wp, baterai lifepo4 48v 100A sebanyak 4 pcs, Solar Charger Controller (SCC) dengan kapasitas 100A, inverter dengan kapasitas 5 kw dengan total investasi awal sebesar Rp.187 dan total untuk biaya siklus hidup sebesar Rp.820 dan total arus kas bersih sebesar Rp.869 dan DPP terjadi ditahun ke 5.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara PLTS off-grid dengan sumber energi alternatif lainnya, seperti energi biomassa atau energi mikrohidro, untuk menentukan solusi energi yang paling optimal dan berkelanjutan bagi lahan pertanian di wilayah Binong. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem penyimpanan energi yang lebih efisien dan terjangkau, seperti baterai dengan teknologi terbaru atau sistem penyimpanan energi berbasis hidrogen, untuk mengatasi kendala pasokan energi saat musim kemarau. Ketiga, penting untuk melakukan analisis sensitivitas terhadap faktor-faktor eksternal, seperti perubahan harga bahan bakar fosil, kebijakan pemerintah terkait energi terbarukan, dan kondisi cuaca ekstrem, untuk mengidentifikasi risiko dan peluang investasi dalam proyek PLTS off-grid di sektor pertanian.

Read online
File size443.56 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test