STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaSektor logistik memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran dan efisiensi rantai pasok nasional dan global, terutama bagi penyedia layanan logistik pihak ketiga (3PL) yang menghadapi tuntutan keandalan dan kecepatan layanan di tengah persaingan global. Kompleksitas proses logistik menciptakan kebutuhan akan model evaluasi kinerja yang terstruktur dan dapat diukur. Penelitian ini bertujuan menerapkan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan indikator kinerja kunci (KPI) di perusahaan 3PL. Metode yang digunakan melibatkan penyebaran kuesioner kepada pengambil keputusan di bidang operasional dan manajerial. Bobot atribut kinerja SC, termasuk keandalan, responsivitas, fleksibilitas, pengukuran biaya, dan efisiensi manajemen aset dihitung menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). Selanjutnya, Teknik untuk Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk menentukan prioritas KPI di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 17 indikator untuk mengukur kinerja sektor pengiriman barang dengan bobot terbesar adalah keandalan operator (0,251) pada atribut keandalan, jumlah pengiriman tepat waktu (0,694) pada atribut responsivitas, fleksibilitas muatan (0,317) pada atribut fleksibilitas, biaya pengiriman per km (0,379) pada atribut biaya, dan waktu siklus cash-to-cash (0,479) pada atribut manajemen aset. Model SCOR terbukti efektif sebagai kerangka awal dalam mengukur kinerja penyedia layanan logistik 3PL, karena mampu mengintegrasikan berbagai aspek kinerja secara sistematis dan kuantitatif.
Berdasarkan hasil penentuan bobot indikator kinerja kunci (KPI) menggunakan model SCOR, setiap atribut memiliki tingkat pengaruh yang berbeda terhadap kinerja rantai pasok PT X.Pada atribut Keandalan, indikator keandalan operator memiliki bobot tertinggi (0,251), diikuti kegagalan layanan (0,250) dan cakupan geografis (0,231).Hal ini berarti bahwa keandalan operator dalam menjaga kualitas layanan adalah faktor kunci dalam meningkatkan kinerja distribusi perusahaan.Tingkat kerusakan (0,158) dan nilai referensi pelanggan (0,108) memiliki pengaruh yang lebih kecil.Pada atribut Responsivitas, indikator jumlah pengiriman yang direspons tepat waktu (0,694) memiliki bobot tertinggi, menunjukkan bahwa ketepatan waktu adalah faktor utama dalam menjaga kepuasan pelanggan.Indeks keterlambatan respons (0,306) memiliki pengaruh yang lebih rendah, sehingga kecepatan dalam merespons permintaan masih perlu ditingkatkan.Untuk atribut Fleksibilitas, indikator fleksibilitas muatan (0,317) menempati peringkat tertinggi, diikuti oleh pemanfaatan kapasitas (0,289), penanganan pemisahan barang (0,231), dan fleksibilitas rute (0,163).Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan kapasitas pengiriman sesuai kebutuhan pelanggan sangat penting untuk menjaga efisiensi dan responsivitas terhadap perubahan permintaan pasar.Pada atribut Pengukuran Biaya, indikator biaya pengiriman per kilometer memiliki bobot tertinggi (0,379), diikuti oleh klaim sebagai persentase biaya (0,313) dan indeks biaya tambahan (0,308).Hal ini berarti bahwa efisiensi biaya transportasi adalah fokus utama dalam mengelola biaya rantai pasok secara keseluruhan.Akhirnya, pada atribut Efisiensi Manajemen Aset, indikator waktu siklus cash-to-cash (0,479) memiliki pengaruh terbesar, diikuti oleh penggunaan peralatan khusus (0,313) dan utang piutang (0,208).Temuan ini menunjukkan bahwa percepatan arus kas sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan dan likuiditas.Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa PT X fokus pada efisiensi biaya, kecepatan layanan, dan manajemen aset, tetapi masih perlu memperkuat aspek keandalan dan fleksibilitas agar tetap kompetitif di pasar logistik yang dinamis.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara model SCOR dan model-model kinerja rantai pasok lainnya, seperti Descriptive and Normative Model (DNM), Global Supply Chain Forum Framework (GSCF), Value Reference Model (VRM), dan Sustainable Balanced Scorecard (SBS). Studi komparatif ini dapat membantu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing model dalam mengukur kinerja logistik pihak ketiga. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan metode integrasi antara Business Intelligence (BI) dan model SCOR untuk meningkatkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan berbasis data dalam industri logistik Indonesia. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi spesifik yang dapat diterapkan oleh perusahaan logistik untuk meningkatkan kinerja mereka berdasarkan hasil analisis menggunakan model SCOR dan metode Fuzzy AHP-TOPSIS.
| File size | 257.98 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISIUNISI Melalui penerapan manajemen mutu, lembaga pendidikan dapat mengintegrasikan seluruh sumber daya secara optimal guna memenuhi kebutuhan peserta didik, masyarakat,Melalui penerapan manajemen mutu, lembaga pendidikan dapat mengintegrasikan seluruh sumber daya secara optimal guna memenuhi kebutuhan peserta didik, masyarakat,
OJS STEIALAMAROJS STEIALAMAR Namun, kendala dalam implementasi dan kurangnya harmonisasi kebijakan di tingkat pusat dan daerah menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyarankan perlunyaNamun, kendala dalam implementasi dan kurangnya harmonisasi kebijakan di tingkat pusat dan daerah menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyarankan perlunya
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Informasi yang disajikan di Universitas Dhyana Pura ini banyak sekali salah satunya informasi Fakultas. Pada rancangan yang dibangun akan ada penambahanInformasi yang disajikan di Universitas Dhyana Pura ini banyak sekali salah satunya informasi Fakultas. Pada rancangan yang dibangun akan ada penambahan
JIMF BIJIMF BI Studi ini menyelidiki dampak kepatuhan Syariah dan inovasi digital pada kinerja saham perusahaan Indonesia selama pandemi COVID-19. Temuan menunjukkanStudi ini menyelidiki dampak kepatuhan Syariah dan inovasi digital pada kinerja saham perusahaan Indonesia selama pandemi COVID-19. Temuan menunjukkan
BSIBSI Dengan adanya fitur pemindaian QR Code, proses identifikasi dan pelacakan aset menjadi lebih cepat, akurat, serta lebih mudah bagi pihak yang berkepentingan.Dengan adanya fitur pemindaian QR Code, proses identifikasi dan pelacakan aset menjadi lebih cepat, akurat, serta lebih mudah bagi pihak yang berkepentingan.
STEKOMSTEKOM Penelitian ini bertujuan merancang sistem akuntansi terkomputerisasi berbasis web untuk pengelolaan pendapatan dan belanja daerah di Desa Wates. SistemPenelitian ini bertujuan merancang sistem akuntansi terkomputerisasi berbasis web untuk pengelolaan pendapatan dan belanja daerah di Desa Wates. Sistem
UNDIKMAUNDIKMA Program pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa. Penelitian ini menunjukkanProgram pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan
MAHADEWAMAHADEWA Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui level kinerja Expert siswa melalui kemampuan berpikir kritis berdasarkan kemampuan matematika. Terdapat levelTujuan penelitian yaitu untuk mengetahui level kinerja Expert siswa melalui kemampuan berpikir kritis berdasarkan kemampuan matematika. Terdapat level
Useful /
UNISIUNISI Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis risiko tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga secara praktis mendukung institusi pendidikan dalamTemuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis risiko tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga secara praktis mendukung institusi pendidikan dalam
STEKOMSTEKOM Disarankan untuk menggunakan proksi pengukuran yang lebih mutakhir seperti F‑Score, memperluas sampel ke berbagai sektor, dan menambahkan variabel sepertiDisarankan untuk menggunakan proksi pengukuran yang lebih mutakhir seperti F‑Score, memperluas sampel ke berbagai sektor, dan menambahkan variabel seperti
STEKOMSTEKOM Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menguji pengaruh perputaran kas dan perputaran piutang terhadap profitabilitas pada perusahaan makananPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menguji pengaruh perputaran kas dan perputaran piutang terhadap profitabilitas pada perusahaan makanan
STEKOMSTEKOM Hasil analisis regresi linier berganda dan uji t menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, leverage, tata kelola perusahaan, dan cash holding memilikiHasil analisis regresi linier berganda dan uji t menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, leverage, tata kelola perusahaan, dan cash holding memiliki