UM SURABAYAUM SURABAYA

THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGISTTHE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini karena hubungannya yang erat dengan risiko penyakit kardiovaskular. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring perubahan gaya hidup. Manajemen non‑farmakologis menjadi alternatif pengobatan hipertensi, di antaranya terapi komplementer dengan mengonsumsi bahan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak mengkudu (noni) terhadap penurunan tekanan darah pada tikus Wistar jantan eksperimental. Desain penelitian pre‑eksperimental dengan satu kelompok pre‑test post‑test menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 16 ekor tikus Wistar jantan. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan alat pengukur tekanan darah, sedangkan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa tekanan sistolik dan diastolik sebelum pemberian ekstrak mengkudu masing‑masing sebesar 150,93 mmHg dan 112,87 mmHg, sedangkan setelah pemberian rata‑rata tekanan sistolik turun menjadi 110,63 mmHg dan diastolik menjadi 85,13 mmHg (p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, ekstrak mengkudu berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada tikus hipertensi, menunjukkan potensi pengembangan bahan alami sebagai terapi non‑farmakologis hipertensi.

Ekstrak mengkudu secara signifikan menurunkan tekanan sistolik dan diastolik pada tikus Wistar jantan yang mengalami hipertensi.zat aktif seperti scopoletin berperan memperlebar pembuluh darah sehingga menurunkan resistensi perifer.pengembangan bahan alami ini berpotensi menjadi terapi non‑farmakologis hipertensi dengan dosis yang tepat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki hubungan dosis‑respons ekstrak mengkudu dengan menguji berbagai konsentrasi (misalnya 0,5 ml, 1 ml, 2 ml per hari) untuk menentukan dosis optimal yang memberikan penurunan tekanan darah paling signifikan pada tikus hipertensi. Selain itu, penting untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang serta efektivitas ekstrak mengkudu dibandingkan dengan obat antihipertensi standar, dengan memantau parameter fisiologis, biokimia, dan morfologi selama periode pengobatan yang lebih lama. Selanjutnya, penelitian dapat menggali mekanisme molekuler zat aktif seperti scopoletin dan xeronin pada fungsi endotel serta sistem renin‑angiotensin, misalnya melalui analisis ekspresi gen dan protein terkait vasodilatasi, untuk memperjelas cara kerja ekstrak mengkudu dalam mengatur tekanan darah. Dengan menjawab tiga pertanyaan penelitian tersebut, diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah mengenai potensi terapeutik mengkudu dan mendukung pengembangan terapi non‑farmakologis yang aman dan efektif bagi penderita hipertensi.

Read online
File size392.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test