UNTADUNTAD

Jurnal Studi Inovasi PemerintahanJurnal Studi Inovasi Pemerintahan

Implementasi kebijakan dalam penertiban minuman beralkohol di Desa Karya Mukti menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yang masih menghadapi berbagai hambatan, terutama karena maraknya peredaran minuman beralkohol yang ada di desa karya mukti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kebijakan pemerintah desa dalam penertiban peredaran dan konsumsi minuman beralkohol. Teori yang digunakan adalah model implementasi kebijakan dari George C. Edwards III yang terdiri dari empat indikator utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci, terdiri dari aparat desa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, dan masyarakat setempat yang ditentukan melalui teknik purposive. Selain wawancara, data juga diperoleh melalui observasi langsung di lapangan serta dokumentasi terhadap peraturan desa dan kegiatan penertiban, guna memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan tidak berjalan secara maksimal akibat keterbatasan pada aspek sumber daya menjadi kendala utama, khususnya dalam hal sarana sosialisasi yang belum memadai serta minimnya keterlibatan pemuda dalam mendukung kebijakan tersebut. Penelitian ini di harapkan dapat di jadikan refrensi oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakan serta memperkaya pemahaman terkait implementasi kebijakan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan penertiban minuman beralkohol di Desa Karya Mukti telah menunjukkan kemajuan, meskipun masih menghadapi kendala.Tiga aspek implementasi kebijakan menurut Edward III, yaitu komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi telah berjalan cukup baik, namun aspek sumber daya menjadi hambatan utama.Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antarlembaga, penyediaan sumber daya yang memadai, dan pelibatan aktif masyarakat, terutama pemuda, untuk meningkatkan efektivitas kebijakan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang telah diuraikan, terdapat beberapa ide penelitian baru yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi alternatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya pemuda, dalam program penertiban minuman beralkohol, misalnya melalui pembentukan kelompok kerja atau forum diskusi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak ekonomi dari kebijakan penertiban minuman beralkohol terhadap masyarakat Desa Karya Mukti, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada produksi dan penjualan minuman tradisional. Hal ini penting untuk mengidentifikasi solusi alternatif yang dapat memberikan mata pencaharian yang layak bagi masyarakat tanpa melanggar hukum. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas berbagai model pendekatan komunikasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya minuman beralkohol dan pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku, dengan mempertimbangkan karakteristik budaya dan sosial masyarakat setempat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perumusan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Karya Mukti.

Read online
File size1.25 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test