RCRSRCRS
Societas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatSocietas Dei: Jurnal Agama dan MasyarakatKeyakinan agama sering kali terkait dengan respons emosional, khususnya terhadap stimulus yang dianggap najis atau menyimpang secara moral. Cara individu menginternalisasi ajaran agama dapat membentuk cara mereka mengalami emosi, seperti rasa jijik. Penelitian ini mengkaji pengaruh orientasi religius–baik intrinsik maupun ekstrinsik–terhadap sensitivitas terkait emosi jijik pada orang dewasa di wilayah Jabodetabek. Untuk mengeksplorasi hal ini, sebanyak 375 partisipan (Musia = 32.18, SD = 2.82) direkrut melalui metode snowball dan purposive sampling, serta mengisi survei daring. Orientasi religius diukur menggunakan Religious Orientation Scale (ROS), sedangkan sensitivitas terhadap rasa jijik diukur dengan Three Domains of Disgust Scale (TDDS). Hasil analisis menunjukkan bahwa orientasi religius ekstrinsik secara signifikan memprediksi tingkat sensitivitas jijik yang lebih tinggi dan hubungan ini lebih kuat ditemukan pada partisipan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menjalani agama untuk tujuan instrumental atau sosial cenderung menunjukkan reaktivitas emosional yang lebih tinggi terhadap stimulus yang membangkitkan rasa jijik dengan perbedaan gender yang menunjukkan sensitivitas lebih kuat pada perempuan.
Studi ini menunjukkan bahwa orientasi religius dapat menjadi faktor risiko munculnya emosi jijik pada individu beragama di Jabodetabek.Semakin tinggi tingkat orientasi religius, terutama orientasi religius ekstrinsik, maka semakin tinggi tingkat pengalaman emosi jijik yang dialami individu.Hasil ini memberikan perspektif yang baru dan penting untuk menginvestigasi lebih lanjut dinamika orientasi religius dengan emosi jijik yang masih jarang diteliti.Penelitian ini juga memaparkan adanya kontribusi usia dan emosi jijik seksual pada perempuan.Hubungan berbanding terbalik antara usia dengan orientasi religius ekstrinsik perempuan, sekaligus tingginya tingkat emosi jijik seksual pada perempuan menjadi fakta menarik pada studi ini.Temuan yang dihasilkan ini sejalan dengan fenomena, tinjauan teoretis, dan studi-studi sebelumnya.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan motivasi individu dalam menjalani ajaran agamanya serta keterkaitannya dengan variasi emosi jijik. Studi longitudinal juga dapat dipertimbangkan untuk memberikan kesimpulan yang meyakinkan mengenai hubungan sebab-akibat antarkeduanya. Kedua, dinamika mengenai cara orientasi religius untuk memunculkan emosi jijik dengan metode kualitatif dapat dieksplorasi oleh penelitian selanjutnya. Studi replikasi dengan memastikan keajegan konstruk alat ukur juga diperlukan untuk mengonfirmasi akurasi hasil studi. Ketiga, peneliti lain dapat meneliti lebih lanjut pengaruh orientasi religius terhadap emosi-emosi lainnya, seperti emosi terkejut, takut, marah, senang, dan sedih sehingga dapat lebih memahami mekanisme pembentukan perilaku melalui religiositas.
- Moral Foundations Predict Religious Orientations in New Zealand | PLOS One. moral foundations predict... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0080224Moral Foundations Predict Religious Orientations in New Zealand PLOS One moral foundations predict journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0080224
- âLook not at what is contrary to proprietyâ: A metaâanalytic exploration... bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bjso.12479yAAAoLook not at what is contrary to proprietyyAAAo A metayAAAaanalytic exploration bpspsychub onlinelibrary wiley doi 10 1111 bjso 12479
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/11381-001APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 11381 001
- "Busuk dan Jijik Perbuatan Mereka": | Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat. busuk jijik... societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/530Busuk dan Jijik Perbuatan Mereka Societas Dei Jurnal Agama dan Masyarakat busuk jijik societasdei rcrs index php SD article view 530
| File size | 451.6 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Kepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual. Model iniKepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual. Model ini
STTPBSTTPB Pendekatan penyelesaian konflik berbasis kasih Kristus melengkapi kerangka holistik yang tidak hanya pragmatis tetapi juga setia pada panggilan dan identitasPendekatan penyelesaian konflik berbasis kasih Kristus melengkapi kerangka holistik yang tidak hanya pragmatis tetapi juga setia pada panggilan dan identitas
STTPBSTTPB Dalam konteks perkembangan teknologi, 1 Korintus 10:23 menekankan bahwa banyak hal yang diperbolehkan, tetapi tidak semua hal bermanfaat. Hal ini membukaDalam konteks perkembangan teknologi, 1 Korintus 10:23 menekankan bahwa banyak hal yang diperbolehkan, tetapi tidak semua hal bermanfaat. Hal ini membuka
STTPBSTTPB Dengan menggunakan pendekatan hermeneutis-teologis, penelitian ini menyelidiki bagaimana tradisi sapiensial Israel memahami hikmat bukan sekadar sebagaiDengan menggunakan pendekatan hermeneutis-teologis, penelitian ini menyelidiki bagaimana tradisi sapiensial Israel memahami hikmat bukan sekadar sebagai
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Integritas, kerjasama, dan dukungan antar rekan kerja merupakan faktor utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Dengan memperhatikanIntegritas, kerjasama, dan dukungan antar rekan kerja merupakan faktor utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Dengan memperhatikan
IFRELIFREL Penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara disiplin pelayanan gereja berdasarkan Amsal 10:17 dengan pertumbuhan gereja di Gereja Kadosh, Palu. MenggunakanPenelitian ini mengeksplorasi korelasi antara disiplin pelayanan gereja berdasarkan Amsal 10:17 dengan pertumbuhan gereja di Gereja Kadosh, Palu. Menggunakan
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, popularitas, atau pencitraan, melainkan tentang kesetiaan pada Injil, keberanian untuk menderita demi kebenaran,Kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, popularitas, atau pencitraan, melainkan tentang kesetiaan pada Injil, keberanian untuk menderita demi kebenaran,
STT GKESTT GKE Data dianalisis dengan mengaitkan teori para ahli dan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas teologis yang dipahami warga jemaat,Data dianalisis dengan mengaitkan teori para ahli dan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas teologis yang dipahami warga jemaat,
Useful /
RCRSRCRS Pemetaan aktor dan relasi di antaranya adalah nilai plus yang diperoleh para pegiat sebagai keterampilan lanjutan. Setelahnya, ideologi merupakan hal yangPemetaan aktor dan relasi di antaranya adalah nilai plus yang diperoleh para pegiat sebagai keterampilan lanjutan. Setelahnya, ideologi merupakan hal yang
PPIPPI Uji multikolineritas juga menunjukkan tidak adanya kolineritas. Namun, dalam uji hipotesis, variabel content dan ease of use tidak berpengaruh terhadapUji multikolineritas juga menunjukkan tidak adanya kolineritas. Namun, dalam uji hipotesis, variabel content dan ease of use tidak berpengaruh terhadap
IFRELIFREL Artikel ini mengeksplorasi peran pendidikan agama dalam membentuk perkembangan moral siswa melalui analisis komparatif berbagai sistem pendidikan. DenganArtikel ini mengeksplorasi peran pendidikan agama dalam membentuk perkembangan moral siswa melalui analisis komparatif berbagai sistem pendidikan. Dengan
RCRSRCRS Penelitian ini bermaksud mendialogkan dengan konteks Toraja yang multireligius (interdenominasi gereja dan antaragama). Dalam upaya tersebut, penelitiPenelitian ini bermaksud mendialogkan dengan konteks Toraja yang multireligius (interdenominasi gereja dan antaragama). Dalam upaya tersebut, peneliti