STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Isu ketidakadilan dan kekerasan terhadap perempuan masih nyata dalam kehidupan sosial maupun religius, termasuk dalam tradisi Kristen. Banyak teks Alkitab yang ditafsirkan secara patriarkis telah memperkuat subordinasi perempuan dan membatasi peran mereka dalam jemaat serta masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk meninjau kembali posisi dan peran perempuan dalam teologi Kristen melalui lensa teologi feminis. Pendekatan ini menawarkan pembacaan kritis terhadap teks-teks Alkitab dan tradisi gereja dengan menggali pengalaman perempuan, menegaskan bahwa perempuan adalah ciptaan Allah yang utuh, bermartabat, dan memiliki panggilan pelayanan yang setara dengan laki-laki. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis teks-teks Alkitab serta literatur teologi feminis kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa terdapat fondasi teologis yang kuat untuk membangun keadilan gender dalam gereja, memperkuat peran perempuan dalam kehidupan iman, pelayanan, dan kepemimpinan. Dengan demikian, teologi feminis menjadi sarana pembebasan yang membuka ruang partisipasi, transformasi, dan pengakuan setara bagi perempuan dalam tradisi Kristen.

Penelitian ini menegaskan bahwa posisi dan peran perempuan dalam teologi Kristen sering direduksi oleh tafsir patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat dan terbatas dalam pelayanan gereja.Melalui pendekatan hermeneutika feminis, teks-teks Alkitab dapat ditafsirkan ulang dengan perspektif yang mengakui kesetaraan, martabat, dan peran aktif perempuan dalam kehidupan iman dan pelayanan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat dasar teologis yang kuat untuk mengembangkan kesetaraan gender dalam tradisi Kristen, serta membuka ruang pembebasan perempuan dari struktur patriarki yang selama ini membelenggu.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi feminis dapat diimplementasikan secara praktis dalam konteks pelayanan gereja lokal, khususnya dalam pembentukan kepemimpinan perempuan dan pengembangan program-program yang responsif gender. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan pendekatan teologi feminis dengan perspektif teologis lainnya, seperti teologi pembebasan atau teologi inklusif, untuk memperkaya pemahaman tentang isu-isu gender dalam teologi Kristen. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan dengan melibatkan perempuan dari berbagai latar belakang sosial dan budaya untuk menggali pengalaman mereka dalam menghadapi diskriminasi gender dan mencari solusi teologis yang relevan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperjuangkan keadilan gender dan mewujudkan gereja yang lebih inklusif dan transformatif bagi semua.

  1. Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Perjanjian Lama | Jurnal Mahasiswa Kreatif. peran kepemimpinan perempuan... doi.org/10.59581/jmk-widyakarya.v2i4.3403Peran Kepemimpinan Perempuan Dalam Perjanjian Lama Jurnal Mahasiswa Kreatif peran kepemimpinan perempuan doi 10 59581 jmk widyakarya v2i4 3403
  2. KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP STATUS PEREMPUAN DALAM PERJANJIAN BARU | Missio Ecclesiae. kajian teologis status... doi.org/10.52157/me.v10i2.143KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP STATUS PEREMPUAN DALAM PERJANJIAN BARU Missio Ecclesiae kajian teologis status doi 10 52157 me v10i2 143
Read online
File size362.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test