STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Penelitian ini mengkaji tema Jangan Suruh Aku Kembali ke Mesir dalam konteks teologi dan budaya, dengan fokus pada kajian hermeneutik-biblika serta relevansi kontekstual dalam pemahaman masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual dapat memberikan pemahaman baru tentang pembebasan bagi Orang Asli Papua yang mengalami diskriminasi rasial. Penelitian ini juga meneliti bagaimana pengakuan iman Gereja Kristen Injili di Tanah Papua dapat mempromosikan keadilan sosial, hak-hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap martabat orang Papua. Pertanyaan penelitian utama yang diajukan adalah bagaimana peristiwa Mesir dalam Alkitab dapat diterjemahkan dalam konteks zaman modern, terutama dalam kaitannya dengan pembebasan dan penindasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual terhadap teks-teks Alkitab, buku-buku dan artikel yang relevan, serta mempertimbangkan dinamika sosial yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata “Mesir sebagai simbol dalam teks-teks biblika sering kali mencerminkan ketegangan antara pengharapan untuk pembebasan dari pengalaman penindasan. Penelitian ini menyoroti relevansi tema tersebut dalam kehidupan kontemporer, serta implikasinya terhadap pemahaman teologis dan sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Alkitab harus dibaca secara transformatif, dengan mempertimbangkan dinamika historis dan sosio-kultural umat beriman.Gereja Kristen Injili di Tanah Papua memiliki mandat kenabian untuk tidak hanya menjadi tempat spiritual, tetapi juga agen praksis yang berpihak kepada mereka yang tertindas.Pembebasan dalam penelitian ini dipahami sebagai ekspresi iman yang menyeluruh terhadap Allah yang berpihak pada kaum tertindas, bukan sebagai gerakan separatis.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana narasi Keluaran dapat diinkorporasikan ke dalam kurikulum pendidikan teologi di Papua, sehingga calon pemimpin gereja memiliki pemahaman yang lebih kontekstual tentang pembebasan dan keadilan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran perempuan Papua dalam perjuangan melawan diskriminasi rasial, dengan fokus pada bagaimana pengalaman dan perspektif mereka dapat memperkaya pemahaman teologis tentang pembebasan. Ketiga, penting untuk melakukan studi komparatif antara pengalaman diskriminasi yang dialami oleh Orang Asli Papua dengan pengalaman kelompok-kelompok minoritas lainnya di Indonesia dan di dunia, guna mengidentifikasi pola-pola penindasan yang serupa dan mengembangkan strategi perlawanan yang lebih efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teologi kontekstual yang relevan dengan realitas sosial dan budaya Papua, serta memperkuat upaya pembebasan dan pemulihan martabat bagi Orang Asli Papua.

  1. 1 Timothy 3 - The Pastoral Epistles Through the Centuries - Wiley Online Library. timothy pastoral epistles... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781444306200.ch31 Timothy 3 The Pastoral Epistles Through the Centuries Wiley Online Library timothy pastoral epistles onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781444306200 ch3
  2. Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi | EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI... doi.org/10.33627/es.v6i2Vol 6 No 2 2023 Edu Sociata Jurnal Pendidikan Sosiologi EDU SOCIATA JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI doi 10 33627 es v6i2
  3. Pendidikan Teologi Multikultural: Belajar Dari Pendidikan Multikultural James A. Banks | Ayatanoi | DUNAMIS:... sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/1415Pendidikan Teologi Multikultural Belajar Dari Pendidikan Multikultural James A Banks Ayatanoi DUNAMIS sttintheos ac e journal index php dunamis article view 1415
Read online
File size456.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test