ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaPenyakit Graves atau Graves disease merupakan penyakit autoimun yang mengenai kelenjar tiroid. Penyakit Graves merupakan penyebab tersering hipertiroidisme dan tirotoksikosis. Pemahaman mengenai patofisiologi penyakit, strategi diagnosis dan terapi, serta pencegahan relaps penting diketahui oleh semua klinisi khususnya spesialis penyakit dalam untuk memberikan manajemen yang optimal dan komprehensif bagi pasien penyakit Graves. Artikel ini memberikan poin-poin klinis untuk manajemen pasien dengan penyakit Graves berdasarkan review dan guidelines terbaru dari American Thyroid Association (ATA), European Thyroid Association (ETA), dan Japan Thyroid Association/ Japan Endocrine Society.
Penyakit Graves merupakan gangguan autoimun yang ditandai dengan adanya antibodi terhadap reseptor hormon perangsang tiroid, menyebabkan hipertiroidisme, gondok difus, dan oftalmopati.Diagnosis ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis, serta hasil pemeriksaan laboratorium seperti kadar TSHS rendah dan kadar tiroksin (fT4) tinggi.Penatalaksanaan meliputi penggunaan obat antitiroid, operasi, atau terapi iodium radioaktif, disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, usia pasien, dan faktor komorbid.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker yang lebih akurat dalam memprediksi risiko relaps pada pasien penyakit Graves, terutama dengan mempertimbangkan variasi genetik dan faktor lingkungan. Studi prospektif yang melibatkan populasi Indonesia perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai modalitas terapi, termasuk kombinasi obat antitiroid dengan imunomodulator, dalam mencapai remisi jangka panjang dan mencegah komplikasi. Selain itu, penelitian yang berfokus pada kualitas hidup pasien dengan Graves orbitopathy sangat penting, termasuk pengembangan strategi intervensi yang komprehensif untuk mengatasi dampak psikososial dan fungsional penyakit ini, serta mengeksplorasi peran terapi target baru dalam mengurangi peradangan dan memperbaiki fungsi tiroid.
| File size | 370.52 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Lemah pada kedua kaki sehingga saat ini pasien sulit berjalan. Penurunan berat badan dialami sebanyak 10 kg dalam 4 bulan ini. Riwayat trauma disangkal.Lemah pada kedua kaki sehingga saat ini pasien sulit berjalan. Penurunan berat badan dialami sebanyak 10 kg dalam 4 bulan ini. Riwayat trauma disangkal.
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, motivasi dan harga diri pasien adalah melalui okupasi terapi berbasis kewirausahaan.Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, motivasi dan harga diri pasien adalah melalui okupasi terapi berbasis kewirausahaan.
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Tujuan: Menganalisis. Metode: Penelitian deskriptif-korelatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 317 responden di Poliklinik Jantung RS UniversitasTujuan: Menganalisis. Metode: Penelitian deskriptif-korelatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 317 responden di Poliklinik Jantung RS Universitas
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Diharapkan responden dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang skala nyeri yang dialami selama pemasangan infus, sehingga mereka lebih siap menghadapiDiharapkan responden dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang skala nyeri yang dialami selama pemasangan infus, sehingga mereka lebih siap menghadapi
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Fisioterapi mencakup beberapa bidang pelayanan salah satunya penanganan pada kasus integument seperti luka bakar. Dalam penelitian ini diketahui bahwaFisioterapi mencakup beberapa bidang pelayanan salah satunya penanganan pada kasus integument seperti luka bakar. Dalam penelitian ini diketahui bahwa
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Gagal Ginjal Kronik (GGK) memberikan dampak perubahan berbagai aspek kehidupan bagi pasien yang sedang menjalani hemodialisa yaitu depresi. Tujuan: PenelitianGagal Ginjal Kronik (GGK) memberikan dampak perubahan berbagai aspek kehidupan bagi pasien yang sedang menjalani hemodialisa yaitu depresi. Tujuan: Penelitian
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH 850 yang menjalani hemodialisa. Terjadi peningkatan sebesar 0,18% penduduk Indonesia yang menderita penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) pada tahun 2013-2018.850 yang menjalani hemodialisa. Terjadi peningkatan sebesar 0,18% penduduk Indonesia yang menderita penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) pada tahun 2013-2018.
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Simpulan: Lebih dari setengah (53,4 %) responden memiliki self‑management cukup, kurang dari setengah (46,6 %) baik. Diharapkan dukungan dari semuaSimpulan: Lebih dari setengah (53,4 %) responden memiliki self‑management cukup, kurang dari setengah (46,6 %) baik. Diharapkan dukungan dari semua
Useful /
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND By dividing the sample into two groups, namely the experimental group and the control group, the intervention of date palm juice was seen based on theBy dividing the sample into two groups, namely the experimental group and the control group, the intervention of date palm juice was seen based on the
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Sampai saat ini belum ada terapi yang tepat untuk PML yang diakibatkan virus JC, sehingga prognosis pada penderita ini sangat buruk. Progressive multifocalSampai saat ini belum ada terapi yang tepat untuk PML yang diakibatkan virus JC, sehingga prognosis pada penderita ini sangat buruk. Progressive multifocal
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES A 68-year-old woman presented with sudden onset of limited breath and chest discomfort since two hours prior to admission. On admission, she succumbedA 68-year-old woman presented with sudden onset of limited breath and chest discomfort since two hours prior to admission. On admission, she succumbed
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Tantangan terapi muncul karena penekanan aktivitas LES dengan kortikosteroid atau antimalaria dapat memperburuk atau memicu psoriasis, sedangkan fototerapiTantangan terapi muncul karena penekanan aktivitas LES dengan kortikosteroid atau antimalaria dapat memperburuk atau memicu psoriasis, sedangkan fototerapi