ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES
Acta Medica IndonesianaActa Medica IndonesianaLatar belakang: transplantasi ginjal di Indonesia sedang berkembang pesat pada beberapa tahun terakhir, namun data mengenai karakteristik dan kesintasan transplan belum tersedia. Di Indonesia, hanya donor hidup yang diperbolehkan, namun pencarian donor ini seringkali sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka kesintasan graft dan pasien, mendeskripsikan karakteristik resipien dan donor serta proses rekrutmen dan evaluasi dari transplantasi ginjal di Indonesia. Metode: studi dengan desain kohort retrospektif pada semua donor dan resipien di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Januari 2011 – Mei 2017. Hanya resipien pada Januari 2011 hingga Mei 2014 yang diikutsertakan dalam analisis kesintasan graft dan pasien 1 dan 3 tahun, datanya kemudian dideskripsikan menggunakan kurva Kaplan-Meier. Hasil: dari 492 data transplantasi ginjal didapatkan median usia donor 30 (17-66) tahun, 25,1% diantaranya terkait hubungan saudara; rerata usia resipien 47 ± 13.18 tahun. Sebanyak 138 resipien diteliti lebih lanjut, lalu didapatkan kesintasan 1 tahun death-censored graft, all-cause graft, dan pasien sebesar 92%, 82,6 %, dan 87%. Kesintasan 3 tahun death-censored graft, all-cause graft, dan pasien sebesar 90,6%, 76,1% and 79,7%. Kurva Kaplan-Meier menunjukkan laju mortalitas tertinggi tampak pada bulan-bulan awal. Kesimpulan: angka kesintasan 1 tahun graft dan pasien adalah 92% dan 87%, sementara kesintasan 3 tahun graft dan pasien adalah 90,6% dan 79,7%. Hanya sebagian kecil donor yang terkait keluarga. Rekrutmen dan evaluasi donor hidup masih merupakan tantangan besar di Indonesia.
Angka kesintasan 1 tahun graft dan pasien adalah 92% dan 87%, sementara kesintasan 3 tahun graft dan pasien adalah 90,6% dan 79,7%.Sebagian kecil donor yang terkait keluarga menunjukkan tantangan dalam pencarian donor.Rekrutmen dan evaluasi donor hidup masih menjadi permasalahan utama di Indonesia.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang memengaruhi kesintasan graft dan pasien pada penerima transplantasi ginjal di Indonesia, dengan mempertimbangkan karakteristik unik populasi lokal dan sistem perawatan kesehatan. Studi komparatif antara penerima transplantasi dari donor terkait dan tidak terkait dapat memberikan wawasan tentang dampak hubungan genetik terhadap hasil transplantasi, sehingga membantu mengoptimalkan strategi pencocokan donor-resipien. Selain itu, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi pengalaman dan persepsi donor dan penerima mengenai proses rekrutmen dan evaluasi donor dapat membantu mengidentifikasi hambatan dan meningkatkan dukungan psikososial, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat partisipasi donor dan keberhasilan transplantasi secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas transplantasi ginjal di Indonesia.
| File size | 475.78 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Autopsi verbal dikembangkan untuk menentukan sebab kematian jenazah tanpa autopsi. Penggunaan autopsi verbal diharapkan dapat digunakan untuk menentukanAutopsi verbal dikembangkan untuk menentukan sebab kematian jenazah tanpa autopsi. Penggunaan autopsi verbal diharapkan dapat digunakan untuk menentukan
UHTUHT Oleh karena itu, identifikasi dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penerapan protokol yang baik, termasuk pengaturan volume cairan, penggunaanOleh karena itu, identifikasi dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penerapan protokol yang baik, termasuk pengaturan volume cairan, penggunaan
PEDSCIJPEDSCIJ Penatalaksanaan konservatif efusi menghindari intervensi invasif. Pasien dipulangkan dalam kondisi stabil pada hari keenam tanpa kejadian neurologis berulang.Penatalaksanaan konservatif efusi menghindari intervensi invasif. Pasien dipulangkan dalam kondisi stabil pada hari keenam tanpa kejadian neurologis berulang.
ITKESWHSITKESWHS Penyakit yang telah menelan 53.292 korban jiwa di seluruh dunia hingga 3 April 2020 ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat. SetiapPenyakit yang telah menelan 53.292 korban jiwa di seluruh dunia hingga 3 April 2020 ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat. Setiap
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Tingginya angka kejadian obesitas menunjukkan perlunya upaya masyarakat dalam menjaga asupan nutrisi dan aktivitas fisik bagi balita. Tenaga kesehatanTingginya angka kejadian obesitas menunjukkan perlunya upaya masyarakat dalam menjaga asupan nutrisi dan aktivitas fisik bagi balita. Tenaga kesehatan
UKIMUKIM Angka kematian neonatal di Indonesia tahun 2010 masih tinggi yaitu 228/100.000 kelahiran hidup. Kematian neonatal dapat terjadi karena infeksi, asfiksiaAngka kematian neonatal di Indonesia tahun 2010 masih tinggi yaitu 228/100.000 kelahiran hidup. Kematian neonatal dapat terjadi karena infeksi, asfiksia
UM SURABAYAUM SURABAYA Infeksi HIV secara progresif merusak sistem imun, khususnya sel T CD4 , menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi oportunistik yang menjadi penyebabInfeksi HIV secara progresif merusak sistem imun, khususnya sel T CD4 , menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi oportunistik yang menjadi penyebab
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES PML merupakan suatu manifestasi klinis yang biasanya berkaitan dengan infeksi virus John Cunningham (JC). PML juga berhubungan dengan kondisi keganasan,PML merupakan suatu manifestasi klinis yang biasanya berkaitan dengan infeksi virus John Cunningham (JC). PML juga berhubungan dengan kondisi keganasan,
Useful /
STIKESGHSBYSTIKESGHSBY Instrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scale) dan partograph. Hasil: hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat nyeri dan kemajuan persalinanInstrument penelitian menggunakan VAS (Visual analog scale) dan partograph. Hasil: hasil penelitian terdapat perbedaan tingkat nyeri dan kemajuan persalinan
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik sampel menunjukkan sebagian besar anak berusia 24-36 bulan, ibu berusia ≥20 tahun dengan pendidikan minimalPenelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik sampel menunjukkan sebagian besar anak berusia 24-36 bulan, ibu berusia ≥20 tahun dengan pendidikan minimal
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan ketepatan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan di PolindesTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan ketepatan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan di Polindes
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Kondisi ini menyebabkan status gizi balita cenderung menurun dan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untukKondisi ini menyebabkan status gizi balita cenderung menurun dan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk