ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Dokumen ini membahas tentang kontradiksi yang dirasakan oleh sebagian pemuda Muslim terhadap Al-Quran, khususnya mengenai penyebutan Tuhan Timur dan Tuhan Barat, serta Tuhan dua Timur dan Tuhan dua Barat. Penulis menjelaskan bahwa kontradiksi tersebut timbul bukan dari Al-Quran itu sendiri, melainkan dari pemahaman yang dangkal. Al-Quran menjelaskan bahwa Timur dan Barat adalah milik Allah, dan Allah Maha Luas lagi Maha Tahu. Lebih lanjut, penulis menguraikan makna al-masyriq (Timur) dan al-maghrib (Barat) dalam konteks Al-Quran, serta menjelaskan perbedaan antara bentuk tunggal, ganda, dan jamak dari kata-kata tersebut. Penulis juga mengutip ayat-ayat Al-Quran yang relevan untuk mendukung penjelasannya, dan mengaitkannya dengan pemikiran Imam Ibnu Qoyim.

Kesimpulannya, kontradiksi yang dirasakan oleh sebagian pemuda Muslim terhadap Al-Quran mengenai penyebutan Tuhan Timur dan Tuhan Barat, serta Tuhan dua Timur dan Tuhan dua Barat, bukan berasal dari Al-Quran itu sendiri, melainkan dari pemahaman yang dangkal.Al-Quran menjelaskan bahwa Timur dan Barat adalah milik Allah, dan Allah Maha Luas lagi Maha Tahu.Pemahaman yang tepat mengenai makna al-masyriq dan al-maghrib dalam Al-Quran, serta perbedaan antara bentuk tunggal, ganda, dan jamak dari kata-kata tersebut, akan membantu menghilangkan keraguan dan memperdalam hubungan dengan Allah.

Berdasarkan paper ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang menarik dapat diajukan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai bagaimana pemahaman tentang konsep ketuhanan dalam Al-Quran, khususnya yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah seperti Robbul Masyriq wal Maghrib, memengaruhi pandangan teologis dan spiritual kaum Muslim modern. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep ini dapat diartikan ulang untuk menjawab tantangan-tantangan kontemporer. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman dan interpretasi Al-Quran di kalangan pemuda Muslim, dengan fokus pada ayat-ayat yang membahas tentang Timur dan Barat. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesalahpahaman atau interpretasi yang keliru. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep al-masyriq dan al-maghrib digunakan dalam konteks budaya dan sosial yang berbeda di berbagai wilayah Muslim. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana konsep-konsep ini membentuk identitas, nilai-nilai, dan praktik keagamaan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana Al-Quran dapat menjadi sumber inspirasi dan pedoman bagi kaum Muslim modern dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan sosial.

Read online
File size1.3 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test