ESDMESDM

JURNAL GEOLOGI KELAUTANJURNAL GEOLOGI KELAUTAN

Hasil analisis kimia secara umum menunjukkan kesamaan antara granit dan sedimen permukaan dasar laut. Perbedaan hanya pada dua unsur, yaitu Al2O3 dan Fe2O3; kandungan Al2O3 pada granit antara 12,63 - 15,58% dan Fe2O3 antara 1,26 - 1,78%, sedangkan sedimen permukaan dasar laut Al2O3 berkisar antara 2,10 - 3,29% dan Fe2O3 antara 7,57 - 12,88%. Hasil analisis pada Diagram Harker menunjukkan penyebaran granit dan sedimen dasar laut membentuk pola searah, mengindikasikan pola ko-magmatik. Selanjutnya, untuk menentukan tipe granit di P. Singkep dalam kaitannya dengan kandungan timah, dua diagram SiO2 vs FeOtot/MgO dan ACF telah digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa granit Singkep termasuk daerah transisi antara tipe A dan tipe I&S dan tipe S yang kaya ilmenit dan berassosiasi dengan konsentrat timah.

Hasil analisis kimia dan perajahan pada diagram SiO2 vs FeOtot/MgO menunjukkan granit di Pulau Singkep termasuk dalam daerah transisi antara granit tipe A dan tipe I & S.Guna mendapatkan gambaran lebih jelas, maka pada diagram ACF, seluruh hasil perajahan granit di Pulau Singkep bagian timur termasuk dalam granit tipe S atau seri ilmenit yang mengandung timah.Evolusi magma dan hubungan antara granit dan sedimen dasar laut pada Diagram Harker kedua mempunyai pola penyebaran searah (ko-genetik) dari magma berafinitas kalk-alkali ditunjukkan oleh penurunan kadar besi selama diferensiasi.Pola penurunan juga teramati pada perajahan unsur-unsur lainnya terhadap oksida silika.kecuali pada unsur alkalai natrium dan kalium oksida yang memperlihatkan pola positif (meningkat) sejalan dengan kenaikan kadar oksida silika (sejalan dengan diferensiasi).Berdasarkan hasil tersebut, maka untuk kegiatan eksplorasi timah di perairan Pulau Singkep disarankan dilakukan di sekitar pantai timur Pulau Singkep dan tidak jauh dari lokasi penyebaran granit.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji variasi geokimia granit di wilayah Singkep yang lebih luas untuk memahami perbedaan komposisi mineral secara regional. Selain itu, studi tentang dampak proses pelapukan terhadap komposisi kimia sedimen dasar laut dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika transportasi mineral. Terakhir, penelitian tentang potensi sumber daya mineral lainnya di kawasan Singkep, seperti bijih tembaga atau emas, dapat menjadi arah baru untuk eksplorasi sumber daya yang lebih beragam.

Read online
File size800.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test