STIKESNHSTIKESNH

Diagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan

Kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu indikator penting dalam pemantauan kesehatan ibu hamil dan janin. Kunjungan ANC yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko terjadinya faktor diduga komplikasi kehamilan dan persalinan. Beberapa berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC, di antaranya usia dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan paritas dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di TPMB Bdn. Titik Aryanti, S.Keb Kab Ogan Komering Ulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kunjungan ANC dan lembar checklist karakteristik responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kunjungan ANC pada ibu hamil (p = 0,004). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kunjungan ANC pada ibu hamil (p = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah usia dan paritas berhubungan secara signifikan dengan kunjungan ANC pada ibu hamil. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan pemantauan khususnya pada ibu hamil dengan usia berisiko dan paritas tertentu guna meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC sesuai standar.

Penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia ibu hamil dengan kunjungan ANC (p = 0,004).Selain itu, terdapat juga hubungan signifikan antara paritas ibu hamil dengan kunjungan ANC (p = 0,001).Oleh karena itu, perlu ditingkatkan edukasi, konseling, dan pemantauan ANC terutama pada ibu dengan usia berisiko dan paritas tertentu.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah intervensi pendidikan yang dipersonalisasi berdasarkan kelompok usia berisiko (misalnya <20 tahun atau >35 tahun) dapat meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC dibandingkan pendekatan umum. Selanjutnya, studi kualitatif dapat menyelidiki bagaimana faktor sosial‑ekonomi, dukungan keluarga, dan akses transportasi memediasi pengaruh paritas terhadap frekuensi kunjungan ANC, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang hambatan dan motivator ibu hamil. Selain itu, uji coba acak terkontrol dapat menilai efektivitas pengiriman pengingat digital melalui SMS atau aplikasi mobile dalam meningkatkan keteraturan kunjungan ANC pada ibu hamil dengan berbagai tingkat paritas dan usia. Penelitian ini sebaiknya melibatkan sampel yang lebih besar dan mencakup wilayah geografis yang beragam untuk memperkuat generalisasi temuan. Data longitudinal selama setidaknya satu tahun dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku ANC seiring berjalannya kehamilan dan setelah intervensi diterapkan. Hasil dari ketiga pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan dasar bukti bagi pembuat kebijakan dalam merancang program ANC yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan spesifik kelompok ibu hamil.

Read online
File size389.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test