UNIAUNIA
Maharot : Journal of Islamic EducationMaharot : Journal of Islamic EducationArtikel ini menganalisis pemikiran pendidikan Ahmad Khan sebagai bagian dari proyek reformasi epistemologis dalam pendidikan Islam pada konteks kolonial abad ke-19. Dengan pendekatan tinjauan literatur, artikel ini mengeksplorasi landasan, latar belakang sosial, epistemologi filosofis, tujuan metodologis, serta kritik dan keterbatasan reformasi pendidikan yang diprakarsai oleh Khan. Hasilnya menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Ahmad Khan tidak dapat direduksi menjadi bentuk westernisasi atau respons pragmatis terhadap kolonialisme Inggris; pemikirannya berakar pada kritik internal terhadap stagnasi intelektual umat Muslim yang dipicu oleh dikotomi pengetahuan, dominasi taqlid, dan penyempitan fungsi pendidikan menjadi transmisi doktrinal. Melalui integrasi wahyu dan akal, Khan memindahkan konflik antara agama dan ilmu pengetahuan dari ranah teologis ke metodologis, sehingga membuka ruang bagi pengesahan rasionalitas ilmiah tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai orientasi moral dan spiritual. Namun, artikel ini juga menyoroti masalah transisional dan problematis karena kurangnya kerangka metodologis yang ketat untuk menentukan batas otoritas intelektual serta keterbatasan sosial dalam pelaksanaannya.
Pemikiran pendidikan Khan bukan sekadar westernisasi atau respons kolonial, melainkan kritikan internal terhadap stagnasi akibat dikotomi ilmu, dominasi taqlid, dan reduksi pendidikan menjadi transmisi doktrinal.Dengan memindahkan konflik agama‑ilmu ke ranah metodologi, ia menawarkan kerangka integratif antara wahyu dan akal yang menegaskan rasionalitas ilmiah sambil mempertahankan peran moral‑spiritual wahyu, meskipun belum memiliki batas metodologis yang jelas.Kontribusi utama pemikiran Khan terletak pada membuka perspektif baru bagi pendidikan Islam modern yang menekankan integrasi rasionalitas, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial, bukan pada model institusional yang siap diterapkan.
Penelitian selanjutnya sebaiknya mengembangkan kerangka metodologis yang jelas untuk menentukan batas otoritas intelektual antara wahyu dan akal dalam pendidikan Islam, sehingga konflik metodologis dapat diatasi secara sistematis. Selanjutnya, perlu dilakukan studi empiris yang mengevaluasi penerapan kurikulum integratif yang terinspirasi oleh pemikiran Khan di sekolah‑sekolah Islam di Indonesia, dengan mengukur dampaknya terhadap kompetensi ilmiah, moral, dan sosial siswa. Terakhir, sebuah analisis komparatif dapat meneliti bagaimana reformasi berbasiskan pemikiran Khan memengaruhi inklusivitas sosial di berbagai kelompok ekonomi, guna mengidentifikasi faktor‑faktor yang memperluas atau membatasi akses pendidikan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.
- PERPUSTAKAAN | STAIMA AL-HIKAM MALANG. perpustakaan staima al hikam malang doi.org/10.32478/talimuna.v10i2.772PERPUSTAKAAN STAIMA AL HIKAM MALANG perpustakaan staima al hikam malang doi 10 32478 talimuna v10i2 772
- Cultural Transformation of Kiai Leadership in Madura: From Religious Educators to Political Leaders |... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/5333Cultural Transformation of Kiai Leadership in Madura From Religious Educators to Political Leaders journal staihubbulwathan index php alishlah article view 5333
| File size | 358.69 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ARSHMEDIAARSHMEDIA Artikel ini berkontribusi pada penguatan kerangka pedagogis PGMI dalam mengembangkan pembelajaran IPS yang moderat dan inklusif. Kesimpulan dari kajianArtikel ini berkontribusi pada penguatan kerangka pedagogis PGMI dalam mengembangkan pembelajaran IPS yang moderat dan inklusif. Kesimpulan dari kajian
MINARTISMINARTIS Makalah ini membahas konsep pendidikan multikultural, definisi, tujuan, dan urgensinya serta menguraikan bentuk, penyebab, dan dampak perilaku bullyingMakalah ini membahas konsep pendidikan multikultural, definisi, tujuan, dan urgensinya serta menguraikan bentuk, penyebab, dan dampak perilaku bullying
STAIMTASTAIMTA Strategi untuk Menangani Tantangan dalam Penerapan Metode Tugas di Kelas 5 SDN 5 Teluk Nangka Untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menerapkan metodeStrategi untuk Menangani Tantangan dalam Penerapan Metode Tugas di Kelas 5 SDN 5 Teluk Nangka Untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menerapkan metode
UNISMUHUNISMUH Temuan menunjukkan bahwa integrasi media permainan Monopoly dalam pembelajaran penemuan secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, berpikir kritis,Temuan menunjukkan bahwa integrasi media permainan Monopoly dalam pembelajaran penemuan secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, berpikir kritis,
STAK PESATSTAK PESAT Hasil analisis pre-test dan post-test mahasiswa STAK Pesat Salatiga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam manajemen konflik setelah pelatihan.Hasil analisis pre-test dan post-test mahasiswa STAK Pesat Salatiga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam manajemen konflik setelah pelatihan.
PENERBITPENERBIT Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam isu bunuh diri di Bali, pandangan Hindu, dan mengidentifikasi potensi langkah-langkah yang dapat diambilPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam isu bunuh diri di Bali, pandangan Hindu, dan mengidentifikasi potensi langkah-langkah yang dapat diambil
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Peran guru pun menjadi sangat penting, yakni sebagai pendamping nilai dan fasilitator dialog, bukan hanya pengajar teks. Meski menjanjikan, implementasiPeran guru pun menjadi sangat penting, yakni sebagai pendamping nilai dan fasilitator dialog, bukan hanya pengajar teks. Meski menjanjikan, implementasi
PENERBITPENERBIT Data dikumpulkan melalui interaksi langsung dengan guru dan siswa untuk memahami bagaimana karakter dikembangkan dalam konteks sekolah tersebut. HasilData dikumpulkan melalui interaksi langsung dengan guru dan siswa untuk memahami bagaimana karakter dikembangkan dalam konteks sekolah tersebut. Hasil
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Sehingga seseorang akan menilai atau secara tidak langsung, seseorang akan menilai atau mempersepsikan sesuatu yang baik itu benar maupun salah, pentingSehingga seseorang akan menilai atau secara tidak langsung, seseorang akan menilai atau mempersepsikan sesuatu yang baik itu benar maupun salah, penting
PENERBITPENERBIT Cerita ini menunjukkan bagaimana bahasa mengandung etika ekologi dan mendorong literasi lingkungan pada anak-anak. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikanCerita ini menunjukkan bagaimana bahasa mengandung etika ekologi dan mendorong literasi lingkungan pada anak-anak. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan
PENERBITPENERBIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penguatan toleransi beragama dilakukan oleh pemerintah desa yang bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakatHasil penelitian menunjukkan bahwa pola penguatan toleransi beragama dilakukan oleh pemerintah desa yang bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Dengan menggunakan kuesioner berdasarkan temuan penelitian lapangan, peneliti dapat mengukur seberapa siap masyarakat dalam menghadapi dampak gelombang.Dengan menggunakan kuesioner berdasarkan temuan penelitian lapangan, peneliti dapat mengukur seberapa siap masyarakat dalam menghadapi dampak gelombang.