UNIKSUNIKS
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)Tantangan utama dalam budidaya kelapa sawit di Riau adalah serangan kumbang badak (Oryctes rhinoceros). Penelitian telah dilakukan mengenai potensi biopestisida lokal Metarhizium anisopliae untuk mengendalikan Oryctes rhinoceros, khususnya melalui aplikasinya dalam media kompos bernama Metankos. Efektivitas biopestisida ini ditunjukkan oleh patogenisitasnya terhadap larva Oryctes rhinoceros pada bibit kelapa sawit yang dibudidayakan di tanah gambut. Studi ini bertujuan untuk menentukan dosis aplikasi kompos Metankos yang optimal untuk meningkatkan mortalitas Oryctes rhinoceros dan mendorong pertumbuhan bibit kelapa sawit di tanah gambut. Desain eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari lima perlakuan dengan lima ulangan. Perlakuan meliputi dosis kompos Metankos yang bervariasi yang diterapkan pada pembibitan kelapa sawit: 0 kg, 0,1 kg, 0,2 kg, 0,3 kg, dan 0,4 kg per tanaman. Observasi dilakukan untuk menilai beberapa parameter, termasuk waktu awal kematian, waktu letal (LT50), tingkat mortalitas harian, total mortalitas larva, tinggi tanaman, jumlah pelepah, panjang pelepah, diameter batang, bobot basah, bobot kering, suhu, dan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis paling efektif untuk menginduksi mortalitas larva Oryctes rhinoceros adalah 0,4 kg Metankos per tanaman, menghasilkan tingkat mortalitas 40%, waktu rata-rata kematian awal 3,75 hari, dan waktu letal (LT50) 7,8 hari; namun, dosis ini tidak mencapai ambang batas efektivitas. Sebaliknya, dosis optimal untuk mendorong pertumbuhan bibit kelapa sawit, yang diukur dari tinggi, jumlah pelepah, dan diameter batang, juga ditentukan sebesar 0,4 kg per tanaman.
Studi ini menyimpulkan bahwa dosis Metankos optimal untuk mortalitas larva Oryctes rhinoceros adalah 0,4 kg/tanaman.Dosis ini menghasilkan 40% mortalitas dengan kematian awal 3,75 hari dan waktu letal (LT50) 7,8 hari, namun belum mencapai ambang batas efektivitas yang disarankan.Selain itu, dosis 0,4 kg/tanaman Metankos juga ditemukan optimal dalam mendorong pertumbuhan bibit kelapa sawit, ditunjukkan oleh peningkatan tinggi, jumlah pelepah, dan diameter batang secara signifikan.
Meskipun penelitian ini telah mengidentifikasi dosis optimal Metankos untuk mengendalikan larva kumbang badak dan meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit, masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut agar hasilnya lebih efektif dan aplikatif. Sebagai langkah awal, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang menguji dosis Metankos yang lebih tinggi dari 0,4 kg per tanaman atau mengembangkan formulasi Metankos yang lebih pekat dan ampuh. Hal ini penting karena dosis saat ini belum mencapai tingkat mortalitas yang dianggap efektif secara bioinsektisida, sehingga perlu dicari tahu apakah peningkatan konsentrasi Metarhizium anisopliae dalam Metankos dapat mencapai target tersebut. Selanjutnya, mengingat bahwa kelembaban rendah di lahan gambut terbukti menghambat efektivitas jamur Metarhizium anisopliae, penelitian lanjutan bisa berfokus pada cara adaptasi jamur ini terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal. Misalnya, peneliti dapat mencari varietas Metarhizium anisopliae yang secara alami lebih tahan terhadap kelembaban rendah atau mengembangkan metode aplikasi yang dapat mempertahankan kelembaban mikro di sekitar bibit. Studi seperti ini akan membantu memastikan bahwa Metankos tetap efektif di berbagai kondisi lahan gambut. Terakhir, karena penelitian ini dilakukan pada tahap pembibitan, menarik untuk melihat bagaimana Metankos bekerja dalam skala yang lebih besar atau dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi aplikasi Metankos pada tanaman kelapa sawit yang sudah lebih dewasa di lahan gambut, bahkan mengintegrasikannya dengan strategi pengendalian hama lainnya. Ini akan memberikan pemahaman komprehensif tentang peran Metankos dalam sistem pertanian berkelanjutan.
| File size | 174.22 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Perlakuan percobaan terdiri dari empat tingkat aplikasi FMA: kelompok kontrol tanpa FMA dan tiga kelompok perlakuan yang menerima FMA dengan dosis 150Perlakuan percobaan terdiri dari empat tingkat aplikasi FMA: kelompok kontrol tanpa FMA dan tiga kelompok perlakuan yang menerima FMA dengan dosis 150
PURIFIKASIPURIFIKASI Artikel ini memberikan informasi mengenai pengolahan limbah cair zat warna dari industri batik di dalam suatu sistem batch. Penelitian dilakukan denganArtikel ini memberikan informasi mengenai pengolahan limbah cair zat warna dari industri batik di dalam suatu sistem batch. Penelitian dilakukan dengan
PURIFIKASIPURIFIKASI 5% dari tanah liat, 20% fly ash, dan 2,5% dari serbuk besi. Sistem pengolahan limbah cair dengan kombinasi pretreatment menggunakan silika, zeolit, karbon5% dari tanah liat, 20% fly ash, dan 2,5% dari serbuk besi. Sistem pengolahan limbah cair dengan kombinasi pretreatment menggunakan silika, zeolit, karbon
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU Namun demikian, terdapat kecenderungan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada dosis L3 (1,5 l/bibit) seperti tinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah daun,Namun demikian, terdapat kecenderungan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada dosis L3 (1,5 l/bibit) seperti tinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah daun,
MES BOGORMES BOGOR Berdasarkan hasil wawancara penulis kepada pegawai yang bekerja di instalasi pengolahan air limbah rusun damkar cengkareng jakarta barat, ipal tersebutBerdasarkan hasil wawancara penulis kepada pegawai yang bekerja di instalasi pengolahan air limbah rusun damkar cengkareng jakarta barat, ipal tersebut
UmriUmri Desa Rempak, Kecamatan Sabak Auh, menghadapi permasalahan kualitas air yang ditandai dengan kondisi air yang keruh dan asin. Kondisi ini berkaitan eratDesa Rempak, Kecamatan Sabak Auh, menghadapi permasalahan kualitas air yang ditandai dengan kondisi air yang keruh dan asin. Kondisi ini berkaitan erat
ITKITK Aktivitas penambangan dan penggalian memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa lubang galian yang menyebabkan tergenangnya air. Air yang tergenangAktivitas penambangan dan penggalian memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa lubang galian yang menyebabkan tergenangnya air. Air yang tergenang
UNIKSUNIKS Hasil pengamatan jenis gulma yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit rakyat pada tanaman produktif menunjukkan adanya lima jenis gulma daun sempit, sepuluhHasil pengamatan jenis gulma yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit rakyat pada tanaman produktif menunjukkan adanya lima jenis gulma daun sempit, sepuluh
Useful /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo sangat mendorong siswa untuk meningkatkan religiusitas melalui berbagai kegiatan, seperti sholat Dhuha dan DzuhurSMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo sangat mendorong siswa untuk meningkatkan religiusitas melalui berbagai kegiatan, seperti sholat Dhuha dan Dzuhur
UNIKSUNIKS A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of five treatment factors: Control (NPK), Polyhalite at 25% combined with KCl at 75%, PolyhaliteA Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of five treatment factors: Control (NPK), Polyhalite at 25% combined with KCl at 75%, Polyhalite
UNIKSUNIKS Pada tanah tropika yang bersifat asam, dinamika sulfur dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama keasaman tanah, kandungan bahan organik, dan aktivitasPada tanah tropika yang bersifat asam, dinamika sulfur dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama keasaman tanah, kandungan bahan organik, dan aktivitas
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Oleh karena kami merasa penting berbagi pengetahuan kepada target audiens melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk pendidikan, pelatihan danOleh karena kami merasa penting berbagi pengetahuan kepada target audiens melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk pendidikan, pelatihan dan