PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Peningkatan jumlah penduduk sering kali diikuti dengan melonjaknya volume limbah cair yang harus diolah. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) memiliki peran dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan limbah cair ke badan air. Meskipun IPAL berkontribusi dalam meminimalisirkan pencemaran lingkungan, di sisi lain, proses pengolahan limbah cair juga diketahui sebagai salah satu sumber utama emisi gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jejak karbon yang dihasilkan dari setiap 1 m³ limbah cair domestik yang diolah pada unit IPAL X. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem gate to gate. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan software OpenLCA. Berdasarkan hasil analisis LCA, unit Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), Filtrasi, dan Bak Ekualisasi menghasilkan jejak karbon tertinggi yang mana berasal dari konsumsi listrik dan pengolahan biologi yang terjadi pada unit MBBR.

Berdasarkan analisis Life Cycle Assessment, diketahui bahwa pengolahan air limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Skala Pekotaan menghasilkan emisi karbon yang cukup besar, terutama dari konsumsi energi listrik pada berbagai unit pengolahan.Unit Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) merupakan unit proses yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap emisi karbon.Hasil analisis hotspot menunjukkan bahwa unit filtrasi memiliki jejak karbon tertinggi per satuan volume air limbah yang diolah.Perbedaan ini mengindikasikan bahwa analisis jejak karbon dan emisi total memberikan dua perspektif yang saling melengkapi.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan keberlanjutan operasional IPAL X. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap efisiensi energi berbagai teknologi pengolahan limbah cair, termasuk alternatif pengganti MBBR yang lebih hemat energi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi optimalisasi proses biologis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, seperti metana dan dinitrogen oksida, melalui pengendalian kondisi operasional reaktor. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah organik dari air limbah sebagai sumber energi terbarukan, misalnya melalui sistem biogas, untuk mengurangi ketergantungan pada energi listrik dari sumber eksternal dan sekaligus mengurangi emisi karbon secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh solusi yang komprehensif untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional IPAL X dan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

Read online
File size482.52 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3B2
DMCAReport

Related /

ads-block-test