GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE

Jurnal Geuthèë: Penelitian MultidisiplinJurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin

Ketegangan dalam keluarga yang berlangsung terus-menerus tanpa resolusi dapat menciptakan lingkungan komunikasi yang disfungsional dan berdampak serius pada kesejahteraan psikologis anak. Kondisi ini menjadi lebih kompleks dalam keluarga di mana istri menjadi pencari nafkah utama, sementara suami kehilangan fungsi ekonomi, namun keduanya tetap bertahan dalam hubungan karena tekanan sosial, ekonomi, atau pertimbangan anak. Meskipun banyak penelitian menyoroti dampak konflik keluarga terhadap anak, masih sedikit yang secara khusus mengulas pola komunikasi dalam keluarga yang terjebak dalam konflik berkepanjangan tanpa keberanian atau kemampuan untuk berpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika komunikasi antara suami, istri, dan anak dalam keluarga seperti itu, serta dampaknya terhadap kondisi emosional anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga keluarga dengan karakteristik tersebut. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi antara pasangan bersifat defensif dan menyalahkan, sementara anak‑anak menunjukkan kecenderungan menarik diri, kecemasan, dan kesulitan mengekspresikan perasaan. Temuan dianalisis menggunakan teori Family Systems, Family Maintenance, dan Supportive Communication. Oleh karena itu, strategi komunikasi berbasis peran dan validasi emosi perlu dikembangkan sebagai pendekatan pemulihan dalam keluarga yang tetap tinggal dalam konflik.

Komunikasi dalam keluarga yang terjebak dalam konflik berpengaruh signifikan pada kesejahteraan emosional anak.Penyelesaian konflik memerlukan transformasi cara berbicara, mendengarkan, dan memahami secara emosional, bukan sekadar diam atau bertahan.Dengan istri yang asertif, suami yang mendengarkan, dan anak yang diberikan ruang ekspresi, keluarga dapat membangun kembali pola komunikasi yang memulihkan hubungan dan menyembuhkan luka.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pelatihan komunikasi berbasis peran bagi istri sebagai pencari nafkah utama untuk menurunkan tingkat kecemasan anak dalam keluarga berkonflik; selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak program rekonstruksi identitas ayah pada pola komunikasi keluarga dan kesejahteraan psikologis anak selama setahun, guna memahami apakah memperkuat peran emosional suami mengurangi trauma anak; terakhir, penelitian tindakan di lingkungan sekolah dapat mengevaluasi intervensi komunikasi suportif yang mengajarkan anak‑anak dari keluarga yang terjebak dalam konflik cara mengekspresikan perasaan secara terbuka, untuk melihat apakah pendekatan ini mengurangi perilaku menghindar dan meningkatkan keterampilan emosional mereka. Semua usulan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme pemulihan komunikasi dalam konteks keluarga yang tidak dapat berpisah.

  1. Komunikasi Suportif Orang Tua: Konsep, Pengembangan, dan Validasi | Jurnal InterAct. komunikasi suportif... ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/2027Komunikasi Suportif Orang Tua Konsep Pengembangan dan Validasi Jurnal InterAct komunikasi suportif ejournal atmajaya ac index php interact article view 2027
  2. Manajemen Konflik | NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan. manajemen konflik nusra jurnal penelitian... doi.org/10.55681/nusra.v5i1.1856Manajemen Konflik NUSRA Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan manajemen konflik nusra jurnal penelitian doi 10 55681 nusra v5i1 1856
  3. Komunikasi dan Hubungan Interpersonal Pada Anak Korban Konflik Keluarga | KOMUNIKA. komunikasi hubungan... doi.org/10.22236/komunika.v10i1.10315Komunikasi dan Hubungan Interpersonal Pada Anak Korban Konflik Keluarga KOMUNIKA komunikasi hubungan doi 10 22236 komunika v10i1 10315
Read online
File size306.17 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test