THEHIPKNEEJOURNALTHEHIPKNEEJOURNAL

The Hip and Knee JournalThe Hip and Knee Journal

Penelitian ini bertujuan meninjau pembaruan ortopedi terkait penanganan robekan ACL pada remaja. Metode yang digunakan meliputi pencarian literatur komprehensif dari empat basis data untuk menyusun tinjauan naratif atas bukti terkini mengenai terapi ACL pada masa remaja. Hasil menunjukkan bahwa terapi konservatif tetap menjadi pilihan utama untuk robekan parsial ACL pada remaja, sementara beberapa ahli bedah lebih memilih penanganan non‑operatif atau penundaan operasi hingga mencapai kematangan kerangka atau setelah kegagalan terapi non‑operatif. Namun, penundaan ACLR lebih dari 12 minggu meningkatkan risiko patologi meniskus dan robekan meniskus tidak dapat diperbaiki masing‑masing sebesar 4,3 kali dan 3,2 kali. Berbagai teknik rekonstruksi ACL pada remaja telah dikembangkan untuk melindungi pertumbuhan fis, meliputi teknik sparing fis (ekstrafis dan all‑epifis), parsial transfis, dan transfis. Kesimpulannya, penanganan operatif dini pada cedera ACL lebih disarankan dibandingkan penanganan non‑operatif atau penundaan, dengan penyesuaian teknik rekonstruksi berdasarkan potensi pertumbuhan pasien, kapabilitas fasilitas, dan keahlian ahli bedah. Pasien dengan potensi pertumbuhan tinggi tetap memerlukan operasi menggunakan teknik yang meminimalkan manipulasi kartilago pertumbuhan.

Peneliti ortopedi harus memperhatikan meningkatnya kejadian cedera ACL pada pasien imatur dan menentukan pendekatan ACLR terbaik dengan menilai usia kerangka serta usia kronologis.Literatur saat ini mendukung penanganan operatif awal untuk memulihkan stabilitas lutut serta mencegah kerusakan meniskus dan/atau kondral yang progresif, dengan teknik rekonstruksi yang disesuaikan pada potensi pertumbuhan, fasilitas, dan keahlian ahli bedah.Penelitian lanjutan dengan sampel besar dan bukti berkualitas tinggi diperlukan untuk mengidentifikasi pengobatan optimal bagi robekan ACL pada masa remaja.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan kohort prospektif multi‑pusat untuk membandingkan hasil fungsional jangka panjang serta gangguan pertumbuhan antara teknik rekonstruksi ACL yang sparing fis dan transfis pada remaja; selanjutnya, sebuah uji klinis terkontrol secara acak dapat menilai efektivitas penanganan operatif dini dibandingkan penundaan operasi dalam melindungi kesehatan meniskus dan meningkatkan tingkat kembali berolahraga pada remaja dengan robekan ACL parsial maupun lengkap; terakhir, diperlukan pengembangan dan validasi algoritma pendukung keputusan klinis yang mengintegrasikan usia skelet, tahap Tanner, dan tingkat aktivitas untuk memberikan rekomendasi personalisasi terapi ACL yang optimal bagi setiap pasien remaja.

  1. Anterior Cruciate Ligament Injury Incidence in Adolescent Athletes: A Systematic Review and Meta-analysis... doi.org/10.1177/0363546520959619Anterior Cruciate Ligament Injury Incidence in Adolescent Athletes A Systematic Review and Meta analysis doi 10 1177 0363546520959619
  2. Trends of anterior cruciate ligament reconstruction in children and young adolescents in Italy show a... esskajournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1007/s00167-020-06203-1Trends of anterior cruciate ligament reconstruction in children and young adolescents in Italy show a esskajournals onlinelibrary wiley doi 10 1007 s00167 020 06203 1
  3. Long-Term Follow-up of Skeletally Immature Patients With Physeal-Sparing Combined Extra-/Intra-articular... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0363546520927399Long Term Follow up of Skeletally Immature Patients With Physeal Sparing Combined Extra Intra articular journals sagepub doi 10 1177 0363546520927399
Read online
File size621.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test