UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Bahasa Semit merupakan cabang dari keluarga bahasa Afro‑Asiatik yang paling luas dan merupakan bahasa tertua yang sampai kepada kita dalam bentuk tulisan. Tidak terdapat kesepakatan pasti di antara para ahli mengenai tempat asal bahasa Afro‑Asiatik; ada yang berpendapat berasal dari Ethiopia, ada pula yang mengemukakan Levant, bahkan Kenya. Penutur bahasa Semit menganggap bahasa mereka sebagai keturunan Sem, putra Nabi Nuh, sehingga disebut bahasa Semit, dan karakteristiknya meliputi penggunaan konsonan tiga huruf (tri‑literal) serta empat cabang utama: Akkadi, Kanan, Aromy, dan Janibi, yang pada akhirnya mengarahkan pada kajian bahasa Arab.

Studi bahasa Semit penting karena menyentuh aspek peradaban, agama, adat, dan kebudayaan yang relevan bagi peneliti bahasa Arab.Penelitian komparatif memperluas pemahaman, seperti yang ditunjukkan oleh peneliti Barat yang menemukan temuan baru dengan menempatkan bahasa Arab dalam kerangka Semit Studies.Kajian tersebut juga mengungkap perbedaan fonologis dan morfologis antara bahasa Arab dan bahasa Semit lain, seperti variasi bunyi pada huruf tertentu.

Peneliti selanjutnya dapat menyelidiki asal‑usul bahasa Semit dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan linguistik historis dan temuan arkeologi untuk memperjelas lokasi geografis perkembangannya. Selanjutnya, dilakukan analisis fonologis komparatif antara bahasa Arab dan bahasa Semit lain, khususnya mempelajari perubahan dan variasi konsonan khas seperti hamzah, ain, dan kha, guna mengidentifikasi pola evolusi suara. Selain itu, penting untuk membangun korpus digital berisi inskripsi‑inskripsi Semit awal yang dapat diakses secara terbuka, sehingga memungkinkan analisis komputasional terhadap leksikon, morfologi, dan struktur sintaksis serta mendukung penelitian linguistik kuantitatif yang lebih mendalam.

Read online
File size371.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test