UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Abstrak - Pandangan orang Jepang terhadap agama adalah sebagai ikatan budaya dan tradisi. Memiliki dua atau lebih agama dalam kehidupan seseorang adalah sesuatu yang wajar, dan hal tersebut menjadi karakteristik agama Jepang. Dalam sejarahnya, agama asli tetap dipertahankan meskipun muncul agama-agama baru, dengan adanya sinkretisme. Terdapat beberapa agama di Jepang selain Shinto, seperti Budha, agama Samawi, Shinshukyo, yang berdampingan secara harmonis. Meskipun agama dianggap tidak penting, orang Jepang tetap meneruskan kehidupan keagamaan sebagai penjaga tradisi kebudayaan mereka.

Orang Jepang menganggap agama sebagai bagian dari tradisi yang dijaga secara turun-temurun.Mereka menganut lebih dari satu agama (double faith) tanpa konflik, mencerminkan sikap sekuler namun tetap menghormati kepercayaan lokal.Agama di Jepang berfungsi sebagai simbol budaya dan harmoni sosial, meskipun tidak selalu terkait dengan keyakinan individual.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana generasi muda Jepang memadukan agama tradisional dengan praktik modern. Selain itu, studi tentang peran sinkretisme Shinto-Buddha dalam membangun identitas nasional Jepang perlu dikembangkan. Terakhir, analisis dampak globalisasi terhadap keberlanjutan praktik keagamaan tradisional di kalangan masyarakat perkotaan juga menjadi arah penelitian yang relevan.

Read online
File size323.24 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test