UNRAMUNRAM

Jurnal Ilmiah Mahasiswa AgrokomplekJurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma teki dan rumput-rumputan serta spesies yang paling berpengaruh menurunkan hasil tanaman kedelai di lahan kering. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survey. Penentuan petak sampel dilakukan secara sistematik random sampling. Petak-petak sampel diletakkan pada 5 titik yang berbeda dengan ukuran 1 m x 1 m. Spesies gulma yang ditemukan pada setiap petak sampel populasinya dihitung dan masing-masing spesies didokumentasikan untuk proses identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 2 spesies gulma teki yaitu Cyperus rotondus L., dan Cyperus iria L. dan 10 spesies gulma rumput-rumputan pada saat kedelai berumur 20 - 50 HST. Tujuh spesies dominan dengan nilai SDR selama tumbuh tanaman ≥ 6% - ≤ 12% dan tiga spesies gulma rumput-rumputan yaitu Brachiaria reptans L. Gardner., Axonopus compressus (Swartz.) dan Echinochloa colonum L. Link. ditemukan tidak dominan dengan nilai SDR kurang dari 1%. Daya saing dan dominansi terbobot gulma Leersia hexandra L. Sw., Cyperus Rotondus L., Digitaria spp., Paspalum vaginatum L. Sw., Cynodon dactylon L., Cyperus iria L. dan Eleusine indica Gaertn., lebih besar dibandingkan dengan spesies gulma lainnya, sehingga mampu menghilangkan hasil bobot kering kedelai selama tumbuh tanaman sebanyak 2-5%. Ketujuh spesies gulma ini, harus dikendalikan sejak awal pertumbuhan kedelai, karena mampu mendominansi areal pertanaman dengan keragaman, penyebaran dan kelimpahan yang tinggi. Gulma Brachiaria reptans L. Gardner., Axonopus compressus (Swartz.) dan Echinochloa colonum L. Link., keberadaannya pada tanaman kedelai menyebabkan kehilangan hasil tanaman kedelai sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.

Ditemukan 2 spesies gulma teki dan 10 spesies gulma rumput‑rumputan pada tanaman kedelai berumur 20‑50 HST.tujuh spesies dominan dengan nilai SDR rata‑rata ≥6 %‑≤12 % serta tiga spesies tidak dominan dengan SDR <1 %.Daya saing dan dominansi terbobot gulma seperti Leersia hexandra, Cyperus rotundus, Digitaria spp., Paspalum vaginatum, Cynodon dactylon, Cyperus iria, dan Eleusine indica lebih besar dibandingkan spesies lain, sehingga dapat mengurangi hasil bobot kering kedelai sebesar 2‑5 %.Gulma Brachiaria reptans, Axonopus compressus, dan Echinochloa colonum tidak perlu dikendalikan karena menyebabkan kehilangan hasil kurang dari 1 %.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas strategi pengelolaan gulma terintegrasi, seperti penggunaan mulsa organik dan penjadwalan aplikasi herbisida, dalam mengendalikan spesies gulma dominan pada lahan kering kedelai; selanjutnya, kajian model prediksi dinamis populasi gulma dan hasil kedelai dapat dikembangkan dengan memanfaatkan citra satelit atau drone untuk memantau persebaran gulma secara temporer; terakhir, penelitian tentang toleransi genetik varietas kedelai terhadap kompetisi dengan gulma utama, khususnya Leersia hexandra dan Cyperus rotundus, dapat membantu mengidentifikasi dan menyebarkan varietas yang lebih tahan terhadap persaingan gulma, sehingga meningkatkan produktivitas kedelai pada kondisi lahan kering.

  1. Keragaman dan Prediksi Kehilangan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Akibat Kompetisi Gulma Teki... journal.unram.ac.id/index.php/jima/en/article/view/3081Keragaman dan Prediksi Kehilangan Hasil Kedelai Glycine max L Merrill Akibat Kompetisi Gulma Teki journal unram ac index php jima en article view 3081
Read online
File size696.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test