UMIUMI

Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDIJurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat Ekonomi Lemah adalah untuk memberikan masukan tentang usaha apa yang dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan di lingkungan dan sesuai dengan keadaan saat ini yaitu adanya wabah Pandemi Covid 19. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah masyarakat yang berdomisili di Lingkungan IV Kelurahan Sidomulio Kecamatan Medan Tuntungan berjumlah 25 orang yang mata pencahariannya adalah sebagai petani dan juga sebagai buruh petani. Ketersediaan para akademisi yang memadai dalam memberikan ceramah Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat Ekonomi Lemah di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia, antusiasme peserta, dukungan Lurah dan Ketua Lingkungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan dana pendukung dari UMI merupakan pendukung terlaksananya kegiatan PPM ini. Adapun yang menjadi kendala adalah keterbatasan waktu untuk pembinaan. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PPM ini antara lain membina masyarakat ekonomi lemah.

Program pembinaan melalui ceramah diselenggarakan dengan baik dan berjalan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik materi yang disampaikan.Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti ceramah dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu berakhir.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perpanjangan durasi pelatihan pemberdayaan, misalnya menjadi empat atau lima hari, memengaruhi tingkat penguasaan materi serta kemampuan peserta dalam merencanakan dan menjalankan usaha mikro di lingkungan ekonomi lemah. Dengan menambah waktu interaksi, dapat dievaluasi apakah peserta menjadi lebih percaya diri dan mampu mengatasi tantangan praktis yang sebelumnya terbatas. Studi lain dapat membandingkan efektivitas berbagai model usaha mikro yang diperkenalkan selama program, seperti warung mie pangsit, warung kopi sederhana, jasa potong rambut, dan penjualan sayur keliling, terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga peserta. Penelitian ini dapat mengukur faktor-faktor seperti modal awal, tingkat permintaan pasar, dan kebutuhan keterampilan khusus untuk setiap jenis usaha. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran mekanisme dukungan komunitas, termasuk keterlibatan pemuka lokal, kelompok tani, serta program pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan selesai. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana dukungan sosial dapat memperpanjang efek positif pelatihan dan mencegah kemunduran ekonomi pasca‑program. Sebagai tambahan, studi dapat menilai dampak pandemi Covid‑19 terhadap keberlangsungan usaha yang dibangun, serta strategi adaptasi yang paling efektif dalam situasi krisis. Jawaban atas pertanyaan‑pertanyaan tersebut akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang cara meningkatkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang intervensi pemberdayaan di daerah miskin.

  1. PEMBERDAYAAN DAN PEMBINAAN MASYARAKAT EKONOMI LEMAH DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN SIDOMULIO KECAMATAN MEDAN... doi.org/10.46880/methabdi.Vol1No1.pp5-9PEMBERDAYAAN DAN PEMBINAAN MASYARAKAT EKONOMI LEMAH DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN SIDOMULIO KECAMATAN MEDAN doi 10 46880 methabdi Vol1No1 pp5 9
Read online
File size1.15 MB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test